Presiden Prabowo Subianto|kebakaran hutan dan lahan (karhutla)|Penanganan|mitigasi bencana

Presiden Akui Ada Keterlambatan Dalam Penanganan Karhutla

Oleh: Ronal

08 September 2026, 09:12
Presiden Akui Ada Keterlambatan Dalam Penanganan Karhutla

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya keterlambatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas secara virtual bersama para kepala daerah yang membahas penanganan bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Anak Gunung Krakatau, serta perkembangan terkini penanganan karhutla.

Mantan Menteri Pertahanan tersebut tidak memungkiri masih terdapat kekurangan di lapangan.

Namun, catatan penanganan tersebut bakal langsung dijadikan bahan evaluasi guna menyusun langkah antisipasi yang lebih matang dan terintegrasi.

"Saya ucapkan terima kasih semua unsur. Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif," kata Prabowo, Senin (7/9).

Kemudian sebagai langkah konkretnya, Kepala Negara mengintruksikan para menteri terkait untuk memprioritaskan penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di daerah rawan.

Prinsip ketersediaan logistik dan alat berat harus dipastikan melebihi batas minimum agar kesiapsiagaan dapat terbangun sejak awal.

"Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Setneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas; berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik," tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas hingga ke tingkat desa yang kerap menjadi langganan titik panas.

Selain itu, Pemerintah juga berencana memperkuat armada pemadam serta alat berat pendukung untuk mencegah karhutla meluas secara cepat.

"Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator-ekskavator kecil di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan, itu lebih baik," jelas Prabowo.

Presiden pun menekankan pentingnya penyediaan fasilitas hingga ke tingkat desa yang kerap menjadi langganan titik panas.

Untuk itu, Pemerintah berencana memperkuat armada pemadam serta alat berat pendukung untuk mencegah karhutla meluas secara cepat.

"Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator-ekskavator kecil di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan, itu lebih baik," jelas Prabowo.

Penyiapan infrastruktur penanggulangan bencana ini nantinya bakal dirangkum ke dalam sebuah skema besar nasional.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan sistem mitigasi bencana yang jauh lebih solid dan terorganisir di seluruh daerah.

"Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif," pungkasnya.

Berita Terkini

See More