Kejar Ambisi Bangun PLTS 100 GW, ESDM Petakan 250 Bendungan di Seluruh Indonesia
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai memetakan lebih dari 250 bendungan yang ada di seluruh Indonesia.
Hal tersebut dilakukan sebagai Langkah untuk membuka lahan baru dalam mengejar ambisi Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp).
Kementerian ESDM menyebut pengembangan PLTS dalam program percepatan 100 GWp tidak akan hanya mengandalkan lahan darat.
Selain itu, pemerintah juga tengah memetakan potensi pemasangan PLTS terapung (floating PLTS) di sejumlah bendungan milik pemerintah.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pihaknya bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengidentifikasi lebih dari 250 bendungan di seluruh Indonesia yang punya potensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS terapung.
"Kalau dengan Kementerian PU, bendungan yang sudah bisa dimanfaatkan, total ini bendungannya diidentifikasi oleh Kementerian PU lebih dari 250 bendungan seluruh Indonesia. Luasnya signifikan, dan potensi dari bendungan tadi ada sekitar 43 gigawatt," ujar Yuliot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9).
Dengan jumlah tersebut, artinya potensi kapasitas PLTS yang bisa dikembangkan dari permukaan bendungan tersebut mencapai sekitar 43 GW.
Angka tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mengejar target PLTS 100 GWp yang kini dipercepat dari semula empat tahun menjadi hanya tiga tahun, yakni sepanjang 2026-2028.
Meski demikian, pemerintah tak langsung mengembangkan seluruh potensi tersebut.
Kementerian ESDM bersama kementerian terkait masih harus melakukan kajian untuk memastikan aspek teknis maupun keekonomian setiap proyek.
"Ini tentunya kita akan melakukan kajian, baik dari sisi keekonomian maupun dari sisi teknis," kata Yuliot.
Sementara, dari ratusan bendungan yang telah dipetakan tadi, pemerintah kini memilih Waduk Saguling yang berada di Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu proyek yang akan dipacu lebih dahulu.
Yuliot menilai, pemerintah tengah mengejar penyelesaian berbagai persyaratan agar pembangunan PLTS terapung di Saguling dapat segera direalisasikan.
Dan tak hanya perizinan saja, pemerintah juga harus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama jaringan transmisi.
"Dalam waktu dekat yang bisa kita lakukan percepatan itu adalah untuk PLTS floating di Saguling. Itu juga kita mau menyelesaikan perizinan dan juga berbagai infrastruktur terkait dengan transmisinya," tukasnya..




