PT Graha Inti Guna Persada (GIGP)|pemegang saham pengendali (PSP)|PT Indah Prakasa Sentosa Tbk|INPS|Private placement|aksi korporasi

INPS Siapkan Private Placement Rp125 Miliar, Dilusi Pemegang Saham Bisa Tembus 65,79%

Oleh: Tri

29 September 2026, 12:14
INPS Siapkan Private Placement Rp125 Miliar, Dilusi Pemegang Saham Bisa Tembus 65,79%

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (Perseroan) (IDX: INPS) menyampaikan Penambahan Modal Tanpa HMETD, Penempatan Terbatas (Private Placement).

Melansir keterbukaan informasi BEI, Selasa (29/9) disebutkan, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.250.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 pada harga pelaksanaan Rp100 per saham (di atas indikasi nilai wajar KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan sebesar Rp91,22 per saham), sehingga dana yang diterima sebanyak-banyaknya Rp125.000.000.000.

Seluruh Saham Baru akan diambil bagian oleh Calon Pemodal, yaitu PT Graha Inti Guna Persada (GIGP), pemegang saham pengendali Perseroan, dan disetor secara tunai.

Dilusi maksimal bagi pemegang saham selain calon pemodal 65,79%.

Persetujuan RUPSLB pada 3 November 2026;

Pelaksanaan direncanakan tanggal 1 Desember 2026 dan pencatatan saham baru di BEI tanggal 11 Desember 2026.

“PMTHMETD bertujuan untuk memulihkan ekuitas Perseroan menjadi positif, memperbaiki modal kerja bersih, menurunkan rasio liabilitas terhadap aset ke bawah 80%, serta menyediakan modal kerja bagi Perseroan dan entitas anak dalam rangka pengembangan usaha, sehingga Perseroan dapat kembali memperoleh akses pendanaan dengan biaya yang wajar dan meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham,” tulis Muhammad Reagy Sukmana selaku Direktur Utama PT Indah Prakasa Sentosa Tbk.

Selanjutnya disampaikan, seluruh dana hasil PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan PMTHMETD, direncanakan akan digunakan sebagai berikut:

  1. Sekitar Rp21.000.000.000 (dua puluh satu miliar Rupiah) atau sekitar 16,8% untuk pelunasan utang Perseroan kepada pihak ketiga, dalam rangka memperbaiki modal kerja bersih dan rasio likuiditas Perseroan;

  2. Sekitar Rp99.000.000.000 (sembilan puluh sembilan miliar Rupiah) atau sekitar 79,2% untuk penyertaan modal kepada entitas anak Perseroan yang akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure) dalam rangka pengembangan usaha entitas anak; dan

  3. Sekitar Rp5.000.000.000 (lima miliar Rupiah) atau sekitar 4,0% untuk modal kerja Perseroan.

Berita Terkini

See More