Danantara Housing Expo 2026|pameran perumahan|BPI Danantara|Dony Oskaria|Nusantara International Convention Exhibition (NICE)

Danantara Housing Expo 2026 Targetkan Transaksi Hingga Rp10 Triliun

Oleh: Ronal

28 Agustus 2026, 08:54
Danantara Housing Expo 2026 Targetkan Transaksi Hingga Rp10 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id – Penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Tangerang, Banten pada 27-30 Agustus 2026 menargetkan transaksi properti senilai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkap target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi di lokasi pameran.

"Kalau kita targetkan tentu paling tidak itu sampai Rp6-10 triliun yang kita harapkan. Tetapi ini sudah mulai ramai, sudah banyak transaksi-transaksi," kata Dony, di sela-sela pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK2, Kamis (27/8).

Disampaikan Dony, bahwa capaian transaksi tidak hanya diukur dari pembelian rumah yang terjadi selama pameran.

Melainkan juga ada indikator lain seperti, ketertarikan masyarakat untuk mengajukan surat minat dan memulai proses pembelian.

"Selain dari transaksi terjadi, kita mengharapkan paling tidak orang baru mulai berminat, mengisi surat minat dan lain sebagainya," ungkapnya.

Danantara Housing Expo 2026, kata Dony, dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui pilihan properti dan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

Salah satu yang ditawarkan adalah tenor kredit hingga 40 tahun.

Menurut dia, tenor panjang dapat menekan besaran cicilan bulanan sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan membeli rumah.

"40 tahun itu semua. Dulu kan kita cicil rumah itu cuma 15 tahun sehingga cicilannya jadi besar. Sekarang dibuka jadi 40 tahun," ujar Dony.

Ia pun memastikan risiko kredit macet dari pemberian tenor panjang telah diperhitungkan oleh perbankan.

Menurutnya, bank telah mengalokasikan dan menghitung potensi risiko, termasuk dalam skema pembiayaan rumah bersubsidi atau FLPP.

"Semua tentu sudah diperhitungkan. Potensialnya seberapa, risikonya seberapa. Semua bank tentu sudah mengalokasikan itu," tandasnya.

Berita Terkini

See More