See More

06 Agustus 2026, 16:03

06 Agustus 2026, 15:57

06 Agustus 2026, 15:47

06 Agustus 2026, 15:20

06 Agustus 2026, 15:04

06 Agustus 2026, 14:33
PT Surya Semesta Internusa Tbk|SSIA|kinerja perusahaan|segmen property sales
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (IDX: SSIA) menyampaikan Kinerja Semeter I 2026.
Melansir siaran pers Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (05/8) disebutkan, SSIA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3.353,5 miliar pada Semester I 2026, meningkat signifikan sebesar 58,4% dibandingkan Rp2.117,1 miliar pada Semester I 2025.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pengakuan penjualan secara akuntansi (accounting sales recognition) yang kuat pada bisnis kawasan industri.
Segmen properti mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan mencapai Rp1.267,0 miliar, meningkat 274,1% secara tahunan (YoY).
Segmen konstruksi tetap stabil dengan pendapatan sebesar Rp1.700,2 miliar, dibandingkan Rp1.700,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, segmen perhotelan membukukan pendapatan sebesar Rp471,1 miliar, meningkat 113,3% YoY.
-Didukung oleh kinerja kuat dari segmen properti, SSIA mencatat laba bruto sebesar Rp1.086,2 miliar pada Semester I 2026. Segmen properti menyumbang laba bruto sebesar Rp612,3 miliar, meningkat signifikan 315,4% YoY. Segmen perhotelan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan laba bruto meningkat 152,9% YoY menjadi Rp279,4 miliar, sementara segmen konstruksi mencatat kenaikan laba bruto sebesar 11,4% YoY menjadi Rp204,8 miliar.
-SSIA berhasil meningkatkan margin di seluruh segmen usaha melalui eksekusi operasional yang solid. EBITDA konsolidasian Semester I 2026 mencapai Rp692,5 miliar, dengan margin EBITDA sebesar 20,7%, meningkat signifikan dibandingkan EBITDA sebesar Rp106,0 miliar dan margin EBITDA 5,0% pada Semester I 2025. Segmen properti memimpin peningkatan tersebut dengan margin EBITDA mencapai 42,9%, dibandingkan 14,5% pada Semester I 2025. Segmen perhotelan juga kembali mencatat EBITDA positif dengan margin EBITDA sebesar 9,7%, setelah pada tahun sebelumnya masih mencatat margin EBITDA negatif. Perbaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya jumlah malam kamar terjual (room nights) serta kenaikan ratarata tarif kamar (Average Room Rate/ARR) di Paradisus by Meliá Bali, yang didukung oleh penawaran paket all-inclusive. Sementara itu, segmen konstruksi juga meningkatkan margin EBITDA menjadi 8,2%, dari 7,3% pada Semester I 2025.
-SSIA membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada Semester I 2026, yang terutama ditopang oleh kinerja kuat segmen properti. Segmen properti menghasilkan laba bersih sebesar Rp459,3 miliar, meningkat dibandingkan Rp44,9 miliar pada Semester I 2025. Segmen konstruksi juga mencatat pertumbuhan yang solid dengan laba bersih meningkat 21,1% YoY menjadi Rp93,2 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp83,8 miliar, namun kerugian tersebut membaik 20,3% dibandingkan rugi bersih sebesar Rp105,1 miliar pada Semester I 2025.
-Posisi kas Perseroan pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp1.093,0 miliar, turun 4,2% dibandingkan Rp1.140,9 miliar pada Kuartal I 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran bunga atas renovasi Paradisus by Meliá Bali serta biaya pengembangan lahan.
-Utang berbunga Perseroan pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp2.269,1 miliar, turun 3,5% dibandingkan Rp2.350,6 miliar pada Kuartal I 2026. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) pada Semester I 2026 berada pada level 26,8%.