Alasan Menteri PU Dukung Pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat
Oleh: Ronal

Foto : Dok Dinas PUPP Kepulauan Riau
Pasardana.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo berkunjung ke Kota Tanjungpinang, pada Minggu (30/8).
Kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Menteri Dody mengatakan, pembangunan monumen tersebut sebagai upaya memperkuat daya tarik sejarah dan budaya Melayu.
Selain itu, pembangunan monument tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa lahirnya bahasa Indonesia berasal di Pulau Penyengat, melalui pemikiran Raja Ali Haji.
"Kita dukung penuh, karena Pulau Penyengat ini punya histori yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia," katanya, seperti dilansir Antara.
Untuk itu, kementerian PU akan membantu pembangunan infrastruktur pendukung monumen bahasa nasional, mulai dari renovasi Balai Adat berikut pelatarannya, hingga perbaikan Dermaga/Pelantar Kuning Pulau Penyengat dari dua sisi di Tanjungpinang dan Penyengat.
Kata Dody, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan monument Bahasa Nasional.
Hanya saja, dirinya belum dapat merinci total kebutuhan anggaran untuk pembangunan di Pulau Penyengat itu karena harus dihitung terlebih dahulu.
"Pembangunan infrastruktur Pulau Penyengat jadi salah satu prioritas kita pada 2026 dan 2027," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan Rp100 miliar untuk proyek pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.
"Proyeknya sudah berkontrak dan mulai proses pengerjaan di lapangan," kata Rodi.
Dia menjelaskan, proyek itu dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Jakarta, yakni PT Himindo Cipta Mandiri, dengan nilai kontrak Rp99,9 miliar.
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.
Menteri menyebutkan, Dinas PUPP Kepri turut menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, BPKP, dan Inspektorat untuk melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pembangunan proyek tahun jamak ini, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan.
"Karena ini proyek strategis, maka semua stakeholder terkait kita libatkan agar pekerjaannya berjalan aman dan lancar," tandas Rodi.





