See More

31 Agustus 2026, 16:36

31 Agustus 2026, 15:06

31 Agustus 2026, 14:40

31 Agustus 2026, 14:25

31 Agustus 2026, 14:13
31 Agustus 2026, 14:10
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Jumat (28/8), karena investor bersikap hati-hati setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali fokus bank sentral untuk memerangi inflasi, yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. "Tanpa keyakinan bahwa inflasi bergerak secara jelas dan cukup cepat menuju target 2% yang ditetapkan The Fed, bank sentral masih memiliki "pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Warsh dalam pidato pertamanya di Jackson Hole. Indeks S&P 500 turun 0,25%; Nasdaq Composite melemah 0,52%; dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,02%. Di sisi emiten, saham Nvidia turun 4,6%. Marvell Technology anjlok 10,3% akibat keraguan mengenai waktu perolehan pendapatan dari kesepakatan cip AI dengan Google (milik Alphabet), meskipun Marvell telah menaikkan proyeksi pendapatannya untuk tahun 2027. Sedangkan saham Alphabet naik 1,7%; dan Apple juga naik 1,6%. Selain itu, Salesforce ditutup naik 1,6%. PayPal turun 12,7% sehari setelah Bloomberg News melaporkan bahwa konsorsium yang terdiri dari perusahaan akuisisi Advent dan penyedia layanan pembayaran Stripe memutuskan untuk membatalkan rencana akuisisi terhadap perusahaan pembayaran tersebut. Saham Gap melonjak hampir 13% setelah perseroan menunjuk Michael Francis sebagai CEO baru Old Navy dan menaikkan proyeksi laba tahunan. Saham Ulta Beauty turun 4,2% setelah comparable sales peritel kosmetik tersebut melambat pada Q2.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada Rabu (26/8), di tengah penurunan harga minyak dan yield obligasi seiring harapan Selat Hormuz segera kembali dibuka. Investor juga menanti laporan keuangan Nvidia. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,41%, serta Topix naik 0,72%; Hang Seng Hong Kong menguat 0,07%; Taiex Taiwan naik 0,77%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,60%. Sedangkan, KOSPI Korea Selatan melemah 1,79%. Selain itu, Straits Times naik 0,28% dan FTSE Malaysia turun 0,91%. Sementara itu, sentimen pasar lain setelah Iran menyatakan kembali melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Selat strategis tersebut sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia sebelum konflik mengganggu pasokan. Optimisme tersebut menekan harga minyak. Di sisi lain, data inflasi konsumen Australia meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Jul-26. Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perjalanan menjadi pendorong utama, sementara inflasi inti juga melampaui ekspektasi meningkatkan risiko kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). IHK (CPI) MoM Australia naik 1% pada Juli dibandingkan Juni, angka tersebut lebih tinggi dari konsensus sebesar 0,8%. YoY, inflasi Australia melambat menjadi 3,5% dari 3,8% pada Juni, lebih tinggi dari konsensus sebesar 3,3%.
Sementara itu, IHSG diperdagangan sebelumnya (28/8) ditutup turun 0.06%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp442 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah EMAS, ISAT, AMMN, BRMS dan ASII.
“IHSG berpotensi rebound hari ini setelah kemarin tetap bertahan di atas support kuat di 6500. Diperkirakan Support IHSG: 6460-6500 dan Resist IHSG: 6580-6620,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (31/8).
Selanjutnya disebutkan bebrapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: CUAN, BRPT, TPIA, ENRG, TAPG, dan FORE.
Berikut ini trading plan-nya:
CUAN Buy if Break 820, dengan target dekat di 840-865. Cutloss di bawah 780.
BRPT Spec Buy dengan area beli di 1800, cutloss di bawah 1770. Target dekat di 1860-1920.
TPIA Buy if Break 1990, dengan target dekat di 2020-2080. Cutloss di bawah 1940.
ENRG Spec Buy dengan area beli di 1225-1245, cutloss di bawah 1200. Target dekat di 1290-1320.
TAPG Spec Buy dengan area beli di 2030, cutloss di bawah 2000. Target dekat di 2060-2110.
FORE Buy if Break 850, dengan target dekat di 890-920. Cutloss di bawah 830.
Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas
Disclaimer on