Ahmad Yani|PGEO|PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)|Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)|Indonesian Geothermal Association (INAGA)|Industri Panas Bumi

Nahkodai API 2026–2029, Bos PGE Ahmad Yani Bidik Pengembangan Panas Bumi bagi Kedaulatan Energi

Oleh: Corri

21 Agustus 2026, 13:58
Nahkodai API 2026–2029, Bos PGE Ahmad Yani Bidik Pengembangan Panas Bumi bagi Kedaulatan Energi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO), Ahmad Yani terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA) periode 2026–2029.

Ia terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA yang digelar pada Kamis (20/08/2026) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Ahmad Yani menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin API/INAGA dan berharap dapat turut berkontribusi dalam pengembangan industri panas bumi nasional.

Sebagai Ketua Umum API/INAGA, Ahmad Yani bertekad melanjutkan berbagai upaya yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat peran asosiasi dalam mendorong pengembangan industri panas bumi nasional.

Menurutnya, pengembangan panas bumi membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, dan masyarakat.

Sinergi ini diperlukan untuk menciptakan ekosistem industri yang semakin kuat dan kompetitif.

“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, yakni 24 gigawatt (GW). API akan terus menjadi partner terpercaya pemerintah dalam mendorong pengembangannya, termasuk dengan mengawal roadmap kedaulatan energi pemerintah. Saat ini, kami telah memetakan potensi sebesar 3 GW yang dapat dikembangkan. Akan tetapi, pengembangannya dihadapi oleh tantangan, termasuk bagaimana menciptakan iklim investasi yang semakin feasible dan bankable. Perlu perbaikan skema tarif, usulan insentif, serta keberpihakan yang diperlukan agar industri panas bumi dapat tumbuh. Di saat yang sama, kita perlu memastikan kesiapan SDM, teknologi, dan aspek sosial dalam setiap pengembangan proyek,” ujar Ahmad Yani, seperti dilansir dalam siaran pers Jumat (21/8).

Sejalan dengan arah pengembangan energi nasional, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 juga mendorong percepatan pemanfaatan panas bumi, dengan tambahan kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 5,2 GW dalam periode tersebut.

Terpilihnya Ahmad Yani juga bertepatan dengan momentum 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia.

Tepat satu abad lalu, pengeboran sumur panas bumi pertama dilakukan di Kamojang, Jawa Barat, menandai awal perjalanan pengembangan panas bumi di Tanah Air.

Namun, hingga saat ini pemanfaatan panas bumi masih sekitar 11 persen dari total potensi nasional yang ada.

Momentum satu abad ini menjadi pijakan bagi Ahmad Yani untuk memasuki babak baru pengembangan panas bumi Indonesia melalui penguatan keekonomian proyek, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Rekam Jejak Ahmad Yani di Industri Panas Bumi

Ahmad Yani merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri panas bumi.

Rekam jejaknya mencakup seluruh rantai industri panas bumi, dari sisi upstream hingga downstream, dengan kompetensi di bidang reservoir engineering, eksplorasi dan eksploitasi, operasi produksi, serta pengeboran (drilling).

Sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama PGE pada Januari 2026, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023.

Sebelumnya, ia juga mengemban berbagai posisi strategis di PGE, termasuk General Manager Area Lahendong, Manager Drilling Planning & Support, Manager Operation PGE Area Lahendong, serta Manager Reservoir & Engineering.

Selama menjabat sebagai Direktur Operasi, Ahmad Yani turut mendorong sejumlah inisiatif teknologi dan inovasi, antara lain pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.

Dari sisi pendidikan, Ahmad Yani menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Universitas Islam Riau pada 2003.

Ia kemudian meraih gelar Magister Ilmu Fisika dengan fokus Geothermal Exploration dari Universitas Indonesia pada 2023.

API/INAGA merupakan organisasi yang mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia melalui kerja sama antara industri, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk dalam mendorong kemajuan teknologi dan pengetahuan serta pemanfaatan energi panas bumi secara berkelanjutan.

Berita Terkini

See More