See More

21 Agustus 2026, 11:31

21 Agustus 2026, 10:58

21 Agustus 2026, 10:36

21 Agustus 2026, 09:03

21 Agustus 2026, 08:57

21 Agustus 2026, 08:49
EKSiS 2026|Otoritas Jasa Keuangan (OJK)|Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026|Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026|literasi dan inklusi keuangan
Oleh: Harry

foto: dok. OJK
Pasardana.id— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat semakin memahami, percaya, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah secara bijak.
Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang digelar 20-23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta, dengan tema “Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua”.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pengembangan keuangan syariah tidak sekadar menyangkut transaksi, tetapi juga membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan.
“Industri keuangan harus tumbuh. Tapi tumbuh dengan manfaat yang makin meluas. Tumbuh dengan kualitas,” kata Dicky saat membuka EKSiS 2026, Kamis (20/8).
Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi merupakan tanggung jawab bersama untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
EKSiS 2026 dinilai semakin relevan karena hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07%, sedangkan indeks inklusinya baru mencapai 13,24%.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pemahaman sekaligus pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah harus menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan ekonomi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja, mengembangkan UMKM, serta mendorong generasi muda menjadi wirausaha.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution menilai peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk syariah harus diikuti inovasi dan peningkatan kualitas industri.
Menurutnya, pertumbuhan permintaan dan penawaran harus berjalan beriringan.
Dari sisi digitalisasi, Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto menilai teknologi menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan syariah agar lebih mudah, cepat, dan luas diakses masyarakat.
EKSiS 2026 menghadirkan 34 booth pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) syariah dan enam booth produk halal serta ekosistem syariah, disertai berbagai sesi edukasi dan talkshow.
Melalui kegiatan tersebut, OJK mendorong pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang kompetitif dan sesuai kebutuhan masyarakat, perluasan jaringan layanan, serta penguatan literasi berbasis komunitas dan pendidikan keagamaan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses dan pemanfaatan keuangan syariah sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional.