Busan Minta Pelaku UMKM Jangan Ngotot Jual Produk Yang Tak Laku
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso meminta kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar tidak terlalu memaksakan untuk menjual produk yang ternyata kurang diminati oleh konsumen.
Busan, sapaan akrab Mendag Budi Santoso, produk yang terus dipaksakan dijual tanpa membaca kebutuhan pasar hanya akan membuat penjualan semakin sulit berkembang.
Saat melakukan dialog dengan pelaku UMKM dalam acara peluncuran program Akselerasi Produk Lokal Shopee di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (13/8), Busan meminta pelaku UMKM untuk megngevaluasi apakah produk yang dijual sudah benar-benar sesuai dengan selera konsumen.
“Harus bisa pelajari pasarnya maunya kayak apa. Jangan ngotot dengan produk Ibu kalau misalnya nggak laku. Maunya apa sih pasar itu dipelajari, Ibu sesuaikan. Itu namanya adaptasi," kata Budi.
Selanjutnya disampaikan, pelaku UMKM diminta untuk lebih jeli membaca perubahan permintaan konsumen sebelum menentukan produk maupun strategi penjualan.
Busan menilai, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar produk lokal tidak berhenti hanya sebagai hasil produksi, tetapi benar-benar mampu diserap pasar.
Sementara itu, pemerintah juga terus mendorong UMKM meningkatkan kualitas produknya.
Produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan produk dalam negeri.
"Kalau kualitas teman-teman atau produk lokal ini bagus, itu juga bisa mendorong penggunaan produksi dalam negeri yang selalu kita gaungkan. Kalau produksi dalam negeri semakin banyak kita gunakan, itu bisa menekan untuk produk impor," ujarnya.
Pemerintah juga berupaya mengatasi persoalan akses pasar yang selama ini menjadi salah satu tantangan UMKM.
Salah satunya melalui program Produk Pilihan Busan, yang melakukan kurasi terhadap produk UMKM untuk kemudian membuka peluang masuk ke berbagai kanal penjualan.
Busan mengatakan, produk yang lolos dalam program tersebut berpeluang memperoleh akses pasar melalui jaringan seperti Indomaret, Indogrosir, dan Point Coffee.
"Jadi sebenarnya tugas kami ini mencarikan pasar. Bapak Ibu membuat produk, kami bersama Shopee mencarikan pasar," ujarnya.





