Pola Transaksi Enam Saham Ini Masuk UMA
Oleh: Dadag

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga Saham PT Oxala Energy International Tbk (IDX: PIPA), PT Global Digital Niaga Tbk (IDX: BELI), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (IDX: KKES), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (IDX: NATO), PT Bank Sinarmas Tbk (IDX: BSIM), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (IDX: SQMI) terkait pola transaksi efek yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal," kata Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham PIPA, BELI, KKES, NATO, BSIM, dan SQMI, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Kamis (3/9/2026) saham PT Oxala Energy International Tbk (IDX: PIPA) terpantau melemah -4,71% atau turun -10 point di harga Rp202 per saham.
Sementara saham PT Global Digital Niaga Tbk (IDX: BELI) pada jeda siang ini, terpantau melemah -11,33% atau turun -46 point ke harga Rp360 per saham.
Selanjutnya saham PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (IDX: KKES) pada jeda siang ini juga terpantau melemah -5,31% atau terpangkas -5 point ke harga Rp89 per saham.
Di sisi lain, saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (IDX: NATO) pada sesi I siang ini tercatat menguat 2,05% atau naik 20 point ke harga Rp995 per saham.
Lalu saham PT Bank Sinarmas Tbk (IDX: BSIM) pada jeda siang ini terpantau menguat 1,62% atau naik 20 point ke harga Rp1.250 per saham,
Adapun saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (IDX: SQMI) pada sesi I siang ini, Kamis (3/9/2026) terpantau melemah -9,90% atau terpangkas -10 point ke harga Rp91 per saham.




