See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
devisa|Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)|Kemenkeu RI|Industri Sawit|biodiesel b50
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan dana insentif sebesar Rp 240 triliun untuk mendukung penyaluran 83,8 juta kiloliter biodiesel di Indonesia.
Kucuran dana tersebut tentu saja menjadi fondasi utama pemerintah dalam melangkah menuju transisi program mandatori Biodiesel 50 persen (B50) berbasis minyak kelapa sawit.
Dalam media briefing BPDP yang digelar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7), Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim mengungkap kalau langkah masif ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional.
Kata dia, dengan menggantikan sebagian porsi solar fosil menggunakan bahan bakar nabati (BBN) dari sawit, Indonesia berhasil menghemat devisa negara hingga Rp 722,9 triliun dari penurunan volume impor solar.
Menurut Zaid, penerapan B50 yang mencakup 50 persen campuran solar berasal dari minyak sawit, merupakan bukti nyata peran strategis komoditas ini di sektor hilir dan ketahanan energi.
"Artinya, 50 persen dari bahan bakar solar kita bersumber dari sawit. Ke depan, berdasarkan hasil kajian, tingkat campurannya bisa kita tingkatkan lebih tinggi lagi, baik B60, B70, dan seterusnya. Ini komitmen kita untuk terus mendorong program bahan bakar nabati," ujar Zaid.
Disampaikan Zaid, bahwa keunggulan sawit sebagai bahan baku energi terbarukan didukung oleh efisiensi lahan yang tinggi.
Kata dia, sawit mampu menghasilkan hingga 4 ton minyak per hektar, jauh melampaui komoditas minyak nabati dunia lainnya seperti kedelai (0,4 ton/hektar) dan bunga matahari (0,6 ton/hektar).
Dan menariknya lagi, pasokan bahan baku energi bersih ini tidak hanya berasal dari perkebunan skala besar.
Sebanyak 41 persen industri sawit nasional dikelola oleh petani rakyat yang menghasilkan lebih dari 16 juta ton sawit per tahun.
Lebih lanjut Zaid mengatakan, BPDP akan terus memperkuat sektor hulu melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) agar rantai pasok B50 tetap aman dan berkelanjutan.
"Di balik setiap liter minyak sawit yang digunakan, terdapat jutaan petani yang bekerja. Melalui integrasi hulu dan hilir ini, kita tidak hanya menjaga devisa negara, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi rakyat," tandasnya.