Wamen Ekraf Hadiri Konser lullaboy untuk Perkuat Kolaborasi Lintas Negara
Oleh: Dadag

Foto: Istimewa
Pasardana.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri rangkaian konser regional musisi lullaboy bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour di Jakarta.
Kehadiran tersebut merupakan langkah nyata Kementerian Ekraf dalam menindaklanjuti audiensi strategis yang telah dilakukan bersama manajemen lullaboy pada 19 Juni lalu, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas jejaring talenta lokal di kancah internasional.
"Ini adalah kelanjutan konkret dari diskusi ekosistem yang kita petakan pada Juni lalu. Kementerian Ekraf berkomitmen penuh memfasilitasi kreator dan produk kreatif lokal agar bisa bersinergi di panggung global. Tur berskala regional seperti ini menjadi momentum emas untuk memperkenalkan talenta, budaya, hingga brand kreatif Tanah Air ke audiens yang lebih luas," ujar Wamen Ekraf, seperti dilansir dari siaran pers, Minggu (19/7/2026).
Konser tersebut menjadi sinyal positif bahwa subsektor seni pertunjukan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kreatif nasional.
Melalui penerapan konsep aktivasi merek (brand activation) lintas subsektor yang terintegrasi langsung ke dalam pengalaman penonton, pertunjukan musik itu berhasil menjadi wadah kolaborasi strategis.
Integrasi tersebut efektif mendorong pertumbuhan berbagai industri kreatif pendukung, mulai dari fesyen, kecantikan, kuliner (F&B), hingga gaya hidup.
Kolaborasi lintas subsektor dalam konser tersebut membuktikan bahwa seni pertunjukan juga mampu menjadi katalis kuat yang menaikkan kelas produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Kementerian Ekraf terus menjajaki pemanfaatan aset kreatif nasional dan optimalisasi promosi lintas negara.
Langkah itu ditempuh melalui perluasan jaringan pasar, kemitraan jenama lokal, serta kolaborasi dengan perwakilan diplomasi Indonesia di luar negeri untuk mendukung kota-kota destinasi tur selanjutnya.
Strategi itu sejalan dengan capaian musik sebagai salah satu dari tujuh subsektor ekonomi kreatif prioritas nasional.
Subsektor musik mencatatkan nilai investasi sebesar Rp5,14 triliun pada tahun 2025, dengan tren pertumbuhan positif mencapai 4,83% serta kontribusi solid sebesar 0,54% terhadap total ekonomi kreatif nasional.
Konser di Jakarta tersebut merupakan bagian dari Hotels & Heartbreaks Tour untuk merayakan perilisan album ketiga lullaboy, musisi independen lulusan Berklee College of Music berdarah Indonesia-Tionghoa yang telah meraih 200 juta streams global.
Dihadiri oleh lebih dari 600 penonton yang memadati intimate concert itu, penampilan lullaboy sangat dinantikan karena menghadirkan kolaborasi dengan deretan musisi lokal seperti Gangga, Raissa Anggiani, Novia Bachmid, serta Teguh Prakoso (Tepe).
Mengusung tema Heartbreak Hotel, konsep panggung dirancang sebagai ruang penyembuhan interaktif yang unik.
Pengunjung disajikan pengalaman interaktif layaknya di hotel sungguhan, mulai dari pembagian kartu kunci hotel (hotel key card), area stan foto (photobooth), toko suvenir (gift shop), koper bagasi emosional (emotional baggage), hingga pertunjukan musik yang dianalogikan sebagai pelayanan koki gitar (chef on guitar & keys) dan barista drum (bartender on drums).
Setelah memulai perjalanan di Kuala Lumpur pada 15 Juli dan sukses menggelar pertunjukan di Manila serta Jakarta, Hotels & Heartbreaks Tour dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke enam kota besar lain di Asia sepanjang Juli hingga Agustus 2026, meliputi Bangkok, Hong Kong, Taipei, Tokyo, Seoul, dan akan ditutup di Singapura pada 17 Agustus 2026.





