See More

02 Juli 2026, 09:15

02 Juli 2026, 09:10

02 Juli 2026, 09:05

02 Juli 2026, 08:36

02 Juli 2026, 08:28

02 Juli 2026, 08:14
produksi pangan|Badan Pusat Statisik (BPS)|pasokan pangan|Produksi beras
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Badan Pusat Statisnis (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi pangan nasional sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 akan mencapai 25,28 juta ton.
Capaian angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 0,01 juta ton atau sekitar 0,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Dijelaskan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, bahwa tren positif ini didorong oleh kenaikan produksi padi serta bertambahnya luas panen di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng dalam dalam rilis data BPS, Rabu (01/7).
Berdasarkan data BPS, Kenaikan produksi beras ini berbanding lurus dengan performa produksi padi nasional.
BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Adapun potensi produksi padi pada Juni-Agustus 2026 diprediksi mencapai 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton GKG (1,18 persen).
"Secara kumulatif, produksi padi sepanjang Januari sampai Agustus 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG, naik sekitar 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," beber Ateng.
Sedangkan sektor produksi juga didukung oleh ekspansi luas panen.
Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare.
BPS memproyeksikan potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 akan mencapai 2,88 juta hektare, atau naik 1,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara total, luas panen padi sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare.
Angka ini mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau tumbuh 0,43 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.
Dari data BPS ini, mengindikasikan bahwa kapasitas produksi pangan nasional masih terjaga dengan stabil hingga pertengahan 2026.
Sinergi antara peningkatan luas panen dan hasil produksi padi menjadi modal krusial dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.