IPCM|kinerja perusahaan|PT Jasa Armada Indonesia Tbk|Industri Maritim Nasional|Bagi Dividen

Beyond Operations: Kisah IPCM Menggerakkan Masa Depan Maritim Indonesia, Kinerja Melesat dan ESG Makin Kuat

Oleh: Harry

17 Juli 2026, 11:45
Beyond Operations: Kisah IPCM Menggerakkan Masa Depan Maritim Indonesia, Kinerja Melesat dan ESG Makin Kuat

Foto: dok. IPCM

Pasardana.idPT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) terus membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari pencapaian finansial, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun masa depan industri maritim nasional.

Melalui semangat "Beyond Operations: Stories that Move Indonesia's Maritime Future", IPCM menghadirkan transformasi yang mengedepankan inovasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta komitmen terhadap keberlanjutan.

Sepanjang tahun buku 2025, IPCM berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,47 triliun, meningkat 9,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,34 triliun.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan IPCM dalam menjaga momentum bisnis sekaligus mengoptimalkan layanan pemanduan dan penundaan kapal di tengah dinamika industri maritim nasional.

Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari jasa penundaan yang menyumbang Rp1,32 triliun atau 89,51% dari total pendapatan.

Sementara itu, jasa pemanduan memberikan kontribusi Rp105,07 miliar atau 7,12%, sedangkan jasa pengangkutan dan layanan lainnya menyumbang Rp49,67 miliar atau 3,37%.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, IPCM juga mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp196,44 miliar, naik 17,74% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi fundamental, total aset Perseroan meningkat 3,91% menjadi Rp1,71 triliun dari Rp1,65 triliun pada 2024.

Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas, memperkuat struktur keuangan, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Tak heran, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihelat pada Selasa (23/6) di Jakarta menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp196,44 miliar.

Dari jumlah tersebut, Perseroan menetapkan dividen final sebesar Rp125,51 miliar atau kurang lebih sebesar 63,90% dari laba tahun berjalan, setara dengan Rp23,75 per saham.

Direktur Utama merangkap Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan keputusan pembagian dividen tahun buku 2025 merupakan cerminan dari kinerja operasional dan strategi bisnis yang dijalankan Perseroan.

"Keputusan pembagian dividen untuk tahun buku 2025 merupakan refleksi nyata dari kerja keras, penerapan pola operasional yang efektif, serta strategi bisnis yang tepat. Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kepercayaan para pemegang saham, dan berkomitmen untuk terus menjaga serta meningkatkan kinerja positif IPCM di tahun-tahun mendatang," ujar Shanti.

Tata Kelola Berkelas ASEAN

Tidak hanya unggul dari sisi kinerja keuangan, IPCM juga terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG).

Berdasarkan penilaian eksternal menggunakan standar ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), IPCM meraih skor 124,67 pada tahun 2025 dan masuk dalam kategori Leadership in Corporate Governance.

Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip etika bisnis, transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan.

Komitmen terhadap tata kelola juga mendapat pengakuan nasional melalui Annual Report Award (ARA) 2024, di mana IPCM berhasil meraih Juara 1 BUMN Klaster Pendapatan Rp1–5 Triliun, Juara Umum Klaster Pendapatan Rp1–5 Triliun, serta Juara Umum Perusahaan Go Public Non-Keuangan.

Penghargaan tersebut menjadi bukti kualitas Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan IPCM yang memenuhi standar tinggi dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

ESG Jadi Pilar Pertumbuhan

Sejalan dengan visi membangun masa depan maritim Indonesia, IPCM juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aktivitas operasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif, seperti pemanfaatan panel surya pada kapal, penggunaan Biosolar B40, implementasi shore connection, harbour generator, teknologi hybrid inverter, pengelolaan limbah B3 di kawasan pelabuhan, penanaman pohon dan mangrove, hingga berbagai program sosial berupa pengembangan UMKM, santunan masyarakat, Mudik Bersama, dan program Kurban.

Melalui berbagai langkah tersebut, IPCM menunjukkan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan industri maritim nasional.

Menutup pernyataannya, Shanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perjalanan Perseroan.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan, kerja sama, dan dukungan yang terus diberikan kepada IPCM. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan untuk terus bertumbuh, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri maritim Indonesia," tandas Shanti.

Berita Terkini

See More