See More

12 September 2026, 07:15

12 September 2026, 06:47

11 September 2026, 22:37

11 September 2026, 18:05

11 September 2026, 17:46

11 September 2026, 16:51
DRMA|GIIAS 2026|All-in-One Battery Energy Storage System (BESS)|PT Dharma Polimetal Tbk|ekosistem bisnis kelistrikan|manufaktur komponen otomotif|ketahanan energi nasional
Oleh: Harry

Prof. Evi Kartini - Founder NBRI (Kiri) dan Eko Maryanto - BOD PT Dharma Controlcable Indonesia (Tengah) (Foto: dok. Pasardana.id)
Pasardana.id - PT Dharma Polimetal Tbk (IDX: DRMA) memperkenalkan produk baru All-in-One Battery Energy Storage System (BESS), sebuah sarana penyimpanan energy multifungsi, pada ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2026.
“Didesain sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat diandalkan, efisien dan berkelanjutan, BESS diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perumahan, perbelanjaan, maupun industri. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik,” kata Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, dalam keterangan tertulis, Sabtu (08/8).
Produk Perseroan ini memiliki keunggulan optimal yaitu; mudah dipasang, tahan lama, dan bisa dihubungkan dengan tenaga surya.
Oleh karenanya, penggunaan BESS yang memanfaatkan energi bersih ini akan memangkas biaya yang dikeluarkan pengguna.
Sebagai emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Tanah Air, menghadirkan BESS merupakan bagian dari upaya DRMA untuk melengkapi ekosistem bisnis kelistrikan yang sedang dikembangkan.
Perseroan optimis, BESS akan menjadi salah satu teknologi strategis pendukung transformasi sektor energi di Indonesia.
Karena BESS tidak hanya berfungsi sebagai cadangan daya (backup power), tetapi juga menjadi enabler dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, serta memperluas akses energi bagi masyarakat.
Perseroan berharap, pengembangan BESS akan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah melalui penguatan industri manufaktur dalam negeri, peningkatan kandungan lokal (TKDN), dan pengembangan rantai pasok nasional.
“Tidak berlebihan kiranya kalau kami melihat bahwa BESS akan memiliki peran untuk ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” tutup Irianto.