Indeks Kospi Terjun 8,95 Persen
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 669,01 poin, atau sekitar 8,95 persen, pada Senin (13/7/2026), menjadi 6.806,93.
Volume perdagangan moderat mencapai 469,86 juta saham senilai 39,8 triliun won atau sekitar US$26,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 713 berbanding 179.
Penurunan tajam indeks Kospi memicu terjadinya _circuit breaker _yang membuat program perdagangan saham di Bursa Korea terhenti selama 20 menit. Aktivasi _circuit breake_r tersebut merupakan yang ketujuh kalinya tahun ini.
Angka indeks melemah dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor dengan melepas saham sektor teknologi dan mencuatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Diterapkannya singler-stock leveraged exchange-traded funds yang terhubung ke Samsung Electronics dan SK Hynix terus menciptakan volatiltias di pasar modal,” ungkap nota riset Samsung Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 2,22 triliun won dan 1,7 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 3,9 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 10,7 persen dan 15,37 persen.
Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace masing-masing anjlok 2,95 persen dan 3,21 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan minyak SK Innovation masing-masing naik 0,77 persen dan 7,09 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.503,4 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 2,1 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,5 poin menjadi 8.808,5. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Thailand, Indonesia, Singapura, dan Malaysia menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 82,37 poin, atau sekitar 2,06 persen, menjadi 3.913,79. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 38,6 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 24.213,72.




