See More

04 Agustus 2026, 11:10

04 Agustus 2026, 11:07

04 Agustus 2026, 10:34

04 Agustus 2026, 10:11

04 Agustus 2026, 09:06

04 Agustus 2026, 08:57
PT Indofood Sukses Makmur Tbk|INDF,|PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk|ICBP|Anthoni Salim
Oleh: Issa

foto: istimewa
Pasardana.id - Setelah kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP), kini giliran PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF) yang juga mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
Dalam keterangan resmi Perseroan, Jumat (31/7/2026), Indofood membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 9% menjadi Rp65,53 triliun dibandingkan Rp59,84 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha meningkat sebesar 14% menjadi Rp13,29 triliun dari Rp11,69 triliun, dan marjin laba usaha tetap sehat sekitar 20,3%.
Seperti Indofood CBP, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Indofood juga turun 19% menjadi Rp4,72 triliun dari Rp5,84 triliun pada semester pertama tahun lalu, terutama karena lebih tingginya rugi selisih kurs yang belum terealisasi yang timbul dari kegiataan pendanaan, seiring melemahnya nilai tukar Rupiah.
Meski begitu, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 7% menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,78 triliun pada semester pertama tahun lalu.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim mengatakan, di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini.
"Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ucap Anthoni.
Sebelumnya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Indofood CBP turun 33% menjadi Rp3,70 triliun dari Rp5,54 triliun pada semester pertama tahun lalu.
Ini juga terutama karena meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pembiayaan akibat melemahnya nilai tukar rupiah.