Initial Public Offering (IPO)|Bursa Efek Indonesia|PT RANS Entertainment Indonesia Tbk|creator-based venture|Nagita Slavina|penawaran saham perdana|RANS Entertainment (RANS)|RANS |Intellectual Property|Artificial Intelligence (AI)

Debut Spektakuler! IPO RANS Raup Rp429 Miliar, Saham Langsung Melesat 34%

Oleh: Harry

10 Juli 2026, 09:20
Debut Spektakuler! IPO RANS Raup Rp429 Miliar, Saham Langsung Melesat 34%

foto: YouTube IDX

Pasardana.id - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (Perseroan) yang bergerak di industri kreatif, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RANS, Jumat (10/7).

RANS merupakan perusahaan media dan hiburan berbasis kreator (creator-based venture) yang berhasil mengembangkan intellectual property (IP) bernilai komersial yang memasuki pasar modal Indonesia.

Dalam sambutannya, Nagita Slavina, selaku Direktur Utama RANS menyampaikan, pencatatan saham ini bukan sekadar babak baru bagi RANS, tetapi juga menjadi refleksi atas evolusi industri kreatif Indonesia.

“Jika dahulu kreativitas identik dengan menghasilkan konten dan membangun audiens, kini tantangannya adalah mengubah kreativitas tersebut menjadi intellectual property yang dapat terus dikembangkan, diperluas, dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan. Melalui IPO ini, RANS ingin menunjukkan bahwa perusahaan yang lahir dari creator economy dapat berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional, transparan, dan akuntabel, tanpa kehilangan semangat kreativitas yang menjadi identitasnya,” ujar Nagita.

Ditambahkan, “Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap, perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” sambung Nagita.

Diketahui, RANS menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham, sehingga menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.

Antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, 19,80% atau sebesar Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,64% atau sebesar Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, 8,15% atau sebesar Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% atau sebesar Rp 29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi Perseroan, serta 8,82% atau sebesar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Pada perdagangan perdana, saham RANS dibuka dengan kinerja positif diharga Rp228, naik 34,12% dari harga penawaran perdana.

Didirikan pada tahun 2016 di sebuah garasi rumah, RANS memulai perjalanan sebagai kanal konten digital yang lahir dari keseharian keluarga.

Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, RANS berevolusi menjadi sebuah creator-based venture, yaitu model usaha yang mentransformasikan kreativitas dan audiens yang dimiliki kreator menjadi IP serta bisnis yang memiliki nilai komersial dan berkelanjutan, dibuktikan dengan kepercayaan lebih dari 300 brand yang telah bekerjasama dengan RANS.

Saat ini, RANS membangun ekosistem yang mencakup media hiburan digital, pengembangan intellectual property dengan nilai komersial, produk konsumen, kerja sama periklanan merek, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang didukung oleh ratusan talenta profesional sebagai pilar pertumbuhan Perseroan.

Berita Terkini

See More