WMPP|kinerja perusahaan|pendapatan laba|PT Widodo Makmur Perkasa Tbk|PT Widodo Makmur Unggas Tbk|WMUU|Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)|right issue

Kuartal 1 2026, Laba WMPP Lompat 281,5% YoY

Oleh: Corri

01 Juli 2026, 14:32
Kuartal 1 2026, Laba WMPP Lompat 281,5% YoY

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Perusahan consumer goods and agricultural commodities nasional – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2026 telah menunjukkan perbaikan kinerja seiring dengan upaya efisiensi perusahaan.

Pada kuartal pertama 2026, Perseroan berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 287,7 miliar secara konsolidasi, atau meningkat hingga 40,9% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024.

Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 85,54%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan komoditas (commodity) sebesar 0,99%.

Selan itu, Perseroan juga meunjukan perbaikan pada sisi Beban Pokok Pendapatan yang berdampak positif terhadap Laba Kotor yang dicatatkan sebesar Rp 3,2 Miliar sepanjang Q1-2026, naik 156,1% YoY.

Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 130,3 Miliar, atau naik 281,5% YoY dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 71,8 Miliar.

“Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya di segmen Poultry,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, dalam keterangan tertulis, Rabu (01/7).

Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi.

Apalagi, sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini.

Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025.

Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya.

Peluang inilah yang ditangkap oleh grup Perseroan sehingga dapat meningkatkan penjualan.

“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada Q1-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada Q1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap Tumiyono.

Kedepannya, Perseroan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan.

Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.

Selain itu, Perseroan dan anak usaha Perseroan yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (IDX: WMUU) juga mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.

Melalui aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyakbanyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.

“Aksi korporasi Perseroan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi Perseroan karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri” pungkas Tumiyono.

Berita Terkini

See More