Indeks Kospi Terjun 5,54 Persen
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 478,82 poin, atau sekitar 5,54 persen, pada Jumat (5/6/2026), menjai 8.160,59.
Volume perdagangan moderat mencapai 446,37 juta saham senilai 45,73 triliun won atau sekitar US$29,71 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 671 berbanding 224.
Angka indeks mengalami penurunan tajam dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor memanfaatkan reli saham sektor teknologi yang sebelumnya sempat berlangsung.
Setelah sempat turun 3,44 persen, Korea Exchange menghentikan program trading Kospi selama lima menit pada pukul 9.08 pagi, memicu sidecar setelah indeks Kospi 200 Futures terjun 5 persen dalam waktu semenit.
“Saham teknologi mengikuti pergerakan saham semikonduktor Amerika Serikat setelah saham Broadcom terjun 10 persen akibat kegagalan mencapai target pendapatan, seiring berlanjutnya aksi jual investor terhadap saham Korea yang sebelumnya reli,” jelas Han Ji- Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.
“Beberapa investor tampak mengumpulkan dana jelang berbagai event besar yang akan berlangsung pekan depan, termasuk listing SpaceX di Nasdaq,” pungkasnya.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 3,5 triliun won dan 942,4 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 4,22 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 6,4 persen dan 9,92 persen. Saham perusahaan investasi AI SK Square anjlok 7,57 persen, sedangkan saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.
Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing melambung 4,51 persen dan 7,39 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 9,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.539,1 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 2,23 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 61 poin, atau sekitar 0,7 persen, menjadi 8.625,1. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Filipina, Malaysia, dan Vietnam menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 30,05 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 4.027,74. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 291,45 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 24.961,95.




