Indeks Kospi Terjun 5,72 Persen
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 406,27 poin, atau sekitar 5,72 persen, pada Jumat (24/7/2026), menjadi 6.690,62.
Volume perdagangan moderat mencapai 395,1 juta saham senilai 30,9 triliun won atau sekitar US$21,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 582 berbanding 301.
Angka indeks tergelincir dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Korea Exchange sempat menghentikan operasional program perdagangan saham selama lima menit di awal sesi perdagangan akibat penurunan tajam yang dialami indeks Kospi.
“Sentimen negatif melanda Bursa Korea seiring meningkatnya tensi di Timur Tengah. Perdagangan saham yang volatil terus berlangsung sampai akhir sesi,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dilansir Yonhap News.
Investor asing dan institusi total melepas saham senilai 5,2 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 5,18 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 7,59 persen dan 8,34 persen.
Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor anjlok 7,18 persen, sedangkan saham perusahaan keuangan KB Financial dan perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy masing-masing merosot 2,72 persen dan 2,51 persen.
Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melambung 10,08 persen dan 3,14 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 0,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.466,6 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 2,3 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 66,7 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 8.772,3. Bursa saham di Asia Tenggara melemah, termasuk juga di Indonesia.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 62,58 poin, atau sekitar 1,81 persen, menjadi 3.814,2. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 247,58 poin, atau sekitar 0,98 persen, menjadi 24.963,23.




