Kemasan dan Akses Logistik Jadi Penyebab Distribusi Susu MBG Belum Merata
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widyastuti mengungkapkan, ada kendala belum meratanya pasokan susu dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kata Widyastuti, kendala tersebut diakibatkan karena salah satunya kemasan hingga akses logistik.
Produksi susu lokal di daerah cenderung masih dalam kemasan literan atau curah, sementara butuh kemasan khusus untuk penyaluran MBG.
"Jadi banyak dari peternak-peternak setelah diperah, ini kan mempunyai tingkat yang memang harus segera didistribusikan dan ini masih banyak yang dalam bentuk literan atau curah, nah sedangkan untuk kebutuhan MBG ini otomatis adalah pengemasan yang khusus ini membutuhkan waktu juga," beber Widyastuti, dikutip pada Rabu (3/6).
Di kesempatan terpisah, Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan menjelaskan kendala lainnya dalam penyaluran susu di menu MBG.
Menurutnya, kapasitas produksi saat ini dinilai belum mampu memenuhi jumlah penerima manfaat sebanyak 63 juta orang.
"Itu merupakan angka yang sangat besar dibandingkan dengan produksi susu yang dihasilkan di Indonesia tentunya tidak sesuai dengan kebutuhan yang kami harapkan, apalagi 2 kali seminggu," ujar dia.
Adapun, dalam regulasi, pemberian susu dalam MBG dilakukan setidaknya 2 kali dalam satu pekan.
Jumlah ini diakui belum bisa dipenuhi sepenuhnya.
Ia pun menerangkan alasannya yang berkaitan dengan akses logistik.
Dimana, ada beberapa daerah yang tidak bisa diakses melalui jalur darat ataupun tingkat kesulitan distribusi laut.
"Daerah-daerah yang terpencil, misalnya mungkin karena transportasi ke sana agak susah, mungkin ombak dan lain sebagainya, terkadang logistik itu sampainya tidak tepat waktu," ucap dia.
Tak heran jika ketersediaan susu di lokasi penyaluran MBG pun terbatas atau bahkan tidak ada.
Ditambah lagi, ada sejumlah produsen yang membatasi produk susunya dibeli untuk keperluan MBG karena perlu tetap menyediakan untuk masyarakat umum.
"Sehingga inilah kadang yang menyebabkan kenapa susu pada SPPG itu sulit mereka dapatkan karena memang tidak ada di pasaran," ucap dia.




