Menkeu Siap Evaluasi DSI Jika Skema Satu Pintu Tak Bantu Tingkatkan Penerimaan Negara
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku siap memeriksa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang menjalankan skema ekspor satu pintu, apabila tidak mampu meningkatkan penerimaan negara.
"Jadi saya enggak akan motong pajak, malah saya dapat income lebih besar lagi. Nanti kalau enggak naik, ya saya periksa DSI-nya ada apa," kata Purbaya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5) pekan lalu.
Dijelaskan Bendahara Negara, filosofi dasar kebijakan ekspor satu pintu bukan untuk mengurangi kewajiban perpajakan eksportir.
Sebaliknya, pemerintah berharap, penerimaan negara justru meningkat karena transaksi ekspor menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.
Ia mengatakan, bahwa selama ini pemerintah menemukan indikasi adanya praktik manipulasi nilai ekspor yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.
Dengan seluruh ekspor komoditas strategis melewati satu pintu, ruang untuk praktik tersebut diharapkan semakin sempit.
"Semua pajak akan berlaku seperti biasa. Saya malah berharap nanti Pak Doni ngasih saya income lebih besar lagi, karena penggelapan-penggelapan ekspor, under-invoicing segala macam akan hilang," ujarnya.
Menurut Purbaya, regulasi teknis mengenai operasional DSI dan mekanisme ekspor satu pintu masih akan disusun lebih rinci sesuai perkembangan di lapangan.
Menkeu Purbaya menilai, keberhasilan DSI nantinya dapat dilihat dari dampaknya terhadap penerimaan negara.
Jika kebijakan ekspor satu pintu berjalan efektif, penerimaan pajak dan pungutan terkait ekspor seharusnya meningkat.
Meski begitu, kata dia, pemerintah tak akan mengubah tarif pajak hanya untuk mendukung operasional DSI.
Yang diharapkan justru adalah tambahan penerimaan dari perbaikan tata kelola ekspor.
"Harusnya akan naik dari pengalaman atau data-data yang kita miliki sekarang," kata Purbaya.




