Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (10/6/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat Dikisaran 5800-6000

Oleh: Ria

10 Juni 2026, 06:39
ANALIS MARKET (10/6/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Menguat Dikisaran 5800-6000

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (09/6), ditutup naik 7.57%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp 2.59 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA dan AMMN.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (9/6). Indeks S&P 500 turun 0,26% dan Nasdaq Composite melemah 0,97%. Sedangkan, Dow Jones naik 0,17%. Tekanan terutama berasal dari sektor teknologi, khususnya saham-saham produsen chip yang kembali mengalami aksi jual setelah rebound sehari sebelumnya. Saham Micron Technology turun 1%, Broadcom juga melemah 1%. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI turun 3,4% (US$ 88,20/bbl). Penurunan harga minyak setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan, trafik kapal di Selat Hormuz menunjukkan peningkatan signifikan. Selain itu, didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan antara AS dan Iran berpotensi tercapai dalam dua hingga tiga hari ke depan, sehingga jalur pelayaran strategis tersebut dapat kembali beroperasi normal. Selain itu, OpenAI dilaporkan telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia pada Senin (8/6). Adapun IPO SpaceX diperkirakan menjadi penawaran saham perdana dengan valuasi mencapai sekitar US$ 1,75 triliun.

Di sisi lain, Bursa saham Asia rebound pada perdagangan Selasa (9/6), didorong kenaikan saham-saham teknologi dan semikonduktor setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 2,2% dan Topix menguat 1,1%. Sementara indeks Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan tertinggi, dengan melonjak 8,2% dan Kosdaq melesat 6,2%. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,2%, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,4%. Di sisi emiten, saham SK Hynix melonjak 15,9%, sementara Samsung Electronics naik 9% dan Seoul Semiconductor melesat 16,3%. Di Jepang, saham Tokyo Electron naik 8,9%, diikuti Advantest menguat 4,3% dan Renesas Electronics bertambah 6,2%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (10/6), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi tes support di 5600, tapi jika kuat bertahan disana, dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5800-6000. Diperkirakan Support IHSG: 5450-5600 dan Resist IHSG: 5800-5950.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: ANTM, BBNI, BUVA, RATU, ISAT, dan MEDC.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

ANTM Buy if Break 2880, dengan target dekat di 2950-3050. Cutloss di bawah 2800.

BBNI Buy if Break 3270, dengan target dekat di 3340-3400. Cutloss di bawah 3200.

BUVA Buy if Break 685, dengan target dekat di 730-765. Cutloss di bawah 660.

RATU Spec Buy dengan area beli di 4600-4660, cutloss di bawah 4500. Target dekat di 4820-4900.

ISAT Spec Buy dengan area beli di 1720-1745, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1760-1850.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1190-1220, cutloss di bawah 1160. Target dekat di 1245-1300.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More