Banggakan Panen Udang di Kebumen, Prabowo Genjot Swasembada Protein Nasional
Oleh: Ronal

Foto : Dok Kemenko Pangan
Pasardana.id – Presiden Prabowo Subianto, secara agresif menggenjot swasembada protein nasional lewat modernisasi sektor perikanan.
Salah satunya dengan memamfaatkan tambak udang skala besar.
Saat memimpin panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5), dirinya menyatakan bahwa pemerintah menempatkan pengembangan tambak udang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan sumber protein masyarakat.
"Panennya hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia, sangat menjanjikan,” kata Prabowo dalam rekaman video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dirinya kemudian mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare.
Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pengembangan tambak ikan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat seluas 14.000 hektare.
Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi bagian penting dalam penguatan pangan nasional.
Menurut dia, hasil panen udang dari kawasan Kebumen akan lebih dulu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bagian dari penguatan swasembada protein nasional.
Tambak udang yang berada di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas lahan sekitar 65 hektare dengan total 206 petak kolam.
Kawasan tersebut dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) milik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kawasan budidaya itu telah dibangun sekitar tiga tahun lalu dan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Pemerintah menargetkan setiap hektare tambak mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang.
Dengan asumsi harga udang mencapai Rp 70.000 per kilogram, kawasan tersebut diproyeksikan menghasilkan produksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun.
Nilai produksi dari kawasan tambak itu diperkirakan mencapai Rp 67,2 miliar per siklus atau sekitar Rp 134,4 miliar per tahun.
Selain itu, proyek tersebut juga disebut mampu menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal.
Pemerintah menyatakan, setelah capaian swasembada beras, jagung, telur, ayam, dan ikan, pengembangan tambak udang dan ikan kini diarahkan untuk memperkuat swasembada protein nasional.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas angkatan kerja, kecerdasan anak, serta mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.





