See More

14 Mei 2026, 05:46

13 Mei 2026, 23:53

13 Mei 2026, 23:01

13 Mei 2026, 22:49

13 Mei 2026, 22:38

13 Mei 2026, 22:26
tantangan global|pertumbuhan ekonomi|fiskal|kebijakan moneter|Bank Mandiri
Oleh: Issa

foto: dok. Bank Mandiri
Pasardana.id - Di tengah dinamika geopolitik global yang masih bergejolak, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat.
Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026, menguat dari 5,4% di kuartal IV 2025, ditopang konsumsi 5,52% year on year (YoY).
Di sisi lain, akselerasi belanja pemerintah sebesar 21,8% seiring percepatan implementasi program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan sekolah rakyat.
Melihat kondisi itu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif akan terus menjadi penopang pertumbuhan ke depan.
"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," ujar Ari dalam event Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut Ari menyebutkan, Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memang mendorong harga minyak melampaui US$ 100 per barrel dan memicu volatilitas pasar keuangan global.
Namun koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan dinilai menjadi faktor positif yang mampu menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan memelihara stabilitas keuangan.
Bank Indonesia pun terus melakukan bauran kebijakan, termasuk intervensi nilai tukar, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 3,9% sepanjang 2026.
Akselerasi belanja fiskal dan sinergi tiga otoritas dipercaya masih dapat menopang pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
Optimisme ini juga tercermin di sektor perbankan, kinerja intermediasi tetap solid.
Kredit industri tumbuh 9,49% YoY per Maret 2026 dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) terjaga di 2,14%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) industri tumbuh 13,55% YoY, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 84,63% yang mencerminkan likuiditas yang memadai.