See More

21 Mei 2026, 07:48

21 Mei 2026, 07:42

21 Mei 2026, 07:39

21 Mei 2026, 07:36

21 Mei 2026, 07:25

21 Mei 2026, 07:17
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (27/4), ditutup turun 0.32%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.01 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan ASII.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas naik ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada Senin (27/4). Meskipun penguatan dibatasi oleh ketidakpastian negosiasi damai antara AS dan Iran serta eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak. Indeks S&P 500 naik tipis 0,12%, Nasdaq Composite menguat 0,20%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,13%. Penguatan pasar saham terjadi di tengah sikap investor yang cenderung mengabaikan sementara kebuntuan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk pembahasan gencatan senjata, dan menyebut negosiasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon. “Banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Tidak ada yang tahu siapa yang memegang kendali, termasuk mereka sendiri,” tulis Trump di platform Truth Social, dengan menambahkan bahwa Iran dapat menghubungi langsung jika ingin berunding. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicara Esmaeil Baqaei menyatakan, saat ini belum ada rencana pertemuan dengan pihak Washington.
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Senin (27/4). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,38%, CSI 300 China naik moderat 0,03%, Hang Seng Hong Kong turun 0,20%, Taiex Taiwan melesat 1,76%, Kospi Korea Selatan meningkat 2,15%, ASX 200 Australia melemah 0,23%. Sementara itu, Straits Times turun 0,61% dan FTSE Malaysia naik 0,18%. Pergerakkan bursa Asia dengan mayoritas indeks menguat setelah Axios melaporkan bahwa Iran menawarkan proposal baru kepada AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, Iran melalui mediatornya Pakistan memberikan proposal baru kepada AS untuk mencapai kesepakatan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiran peran. Sedangkan negosiasi nuklir akan ditunda ke tahap selanjutnya.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (28/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini setelah gagal break diatas 7250. Diperkirakan Support IHSG: 6900-7000 dan Resist IHSG: 7200-7250.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: KIJA, HRTA, UNTR, ADRO, SSIA, dan INDY.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
KIJA Buy on Weakness dengan area beli di 183, cutloss di bawah 180. Target dekat di 189-194. HRTA Buy on Weakness dengan area beli di 2840, cutloss di bawah 2800. Target dekat di 2930-2990. UNTR Spec Buy dengan area beli di 30250-30675, cutloss di bawah 30150. Target dekat di 31000-31275. ADRO Spec Buy dengan area beli di 2500-2510, cutloss di bawah 2490. Target dekat di 2540-2590. SSIA Spec Buy dengan area beli di 1750, cutloss di bawah 1730. Target dekat di 1790-1810. INDY Buy on Weakness dengan area beli di 3600-3680, cutloss di bawah 3550. Target dekat di 3810-3900.
Disclaimer on