See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
Oleh: Ria

Foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG minggu lalu (24/4) ditutup turun 3.38%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp3.02 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan ENRG.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup mayoritas naik pada perdagangan Jumat (24/4). Optimisme pasar seiring munculnya harapan dimulainya kembali perundingan damai antara AS dan Iran. Indeks S&P 500 naik 0,8%, dan Nasdaq Composite meningkat 1,63%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,16%. Sentimen positif pasar disebabkan kabar bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dijadwalkan tiba di Islamabad untuk membahas kemungkinan putaran kedua negosiasi dengan AS bersama mediator Pakistan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan, yang turut meredakan kekhawatiran geopolitik. Namun, konflik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Ketegangan antara AS dan Iran masih berlangsung, termasuk di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, yang sempat diwarnai aksi saling sita kapal komersial. Kenaikan indeks saham turut didorong lonjakan saham Intel yang melesat 23,6%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Okt-1987 dan kinerja positif tersebut didorong oleh laporan laba Q1 yang melampaui ekspektasi pasar serta proyeksi yang optimistis.
Di sisi lain, Pergerakan pasar saham Asia bervariasi pada perdagangan Jumat (24/4), sementara harga minyak kembali menguat di tengah kebuntuan negosiasi damai antara AS dan Iran. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,97% dan Topix naik tipis 0,01%. Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup stagnan, sementara Kosdaq melesat 2,5%. Di sisi lain, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,24%, ASX 200 Australia melemah 0,08% dan Taiex Taiwan meningkat 3,23%. Pergerakan yang beragam tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih lemah di tengah ketidakpastian geopolitik. Harapan akan berakhirnya konflik di Timur Tengah masih dibayangi risiko eskalasi yang belum mereda. Ketegangan meningkat setelah Iran menunjukkan kontrolnya atas Selat Hormuz dengan merilis video aksi pasukan yang menaiki kapal kargo. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memerintahkan militernya untuk mengambil tindakan tegas terhadap ancaman di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (27/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7250, tapi potensi lanjut koreksi lagi setelah rebound. Diperkirakan Support IHSG: 7000-7080 dan Resist IHSG: 7200-7250.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: CUAN, DEWA, HRTA, WIFI, TPIA, dan BULL.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
CUAN Spec Buy dengan area beli di 1315, cutloss di bawah 1300. Target dekat di 1345-1395.
DEWA Spec Buy dengan area beli di 486, cutloss di bawah 480. Target dekat di 500-515.
HRTA Spec Buy dengan area beli di 2870-2930, cutloss di bawah 2850. Target dekat di 3000-3120.
WIFI Spec Buy dengan area beli di 2210-2250, cutloss di bawah 2200. Target dekat di 2300-2330.
TPIA Spec Buy dengan area beli di 6000, cutloss di bawah 5925. Target dekat di 6150-6300.
BULL Spec Buy dengan area beli di 530, cutloss di bawah 520. Target dekat di 550-565.
Disclaimer onBold