See More

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47

15 Mei 2026, 11:41

15 Mei 2026, 11:11

14 Mei 2026, 14:10
kenaikan harga|bahlil lahadalia|Gas Melon|Gas Elpiji 3 Kg
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pasokan gas elpiji 3 kg terjaga sesuai dengan standar minimum nasional.
Dan meski di tengah lonjakan harga energi global saat ini, Bahlil juga menjamin harga elpiji 3 kilogram (kg) atau elpiji subsidi tidak mengalami kenaikan.
"Khusus untuk elpiji yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional, dan harganya tidak ada kenaikan. Flat," ujar Bahlil kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).
Sejatinya, lanjut Bahlil, pemerintah hanya bisa mengatur harga energi bersubsidi saja.
Seperti pada bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menetapkan harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.
Dan tentu saja, berbeda dengan produk energi nonsubsidi, kata Bahlil, pemerintah tidak mengaturnya secara langsung sehingga harganya mengikuti pasar.
"Saya katakan bahwa yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, menyesuaikan dengan harga pasar," jelas Bahlil.
Seperti diketahui, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, begitu pun dengan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.
Bahlil mengungkapkan, kalau pemerintah tidak pernah menaikkan harga elpiji 3 kg sejak 2007.
Maka dari itu, jika terjadi kenaikan harga pada elpiji tabung melon tersebut dikarenakan permainan pasar.
Elpiji 3 kg itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah, yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan," ucap dia.