ANALIS MARKET (02/4/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (01/4) ditutup naik 1.93%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp163 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kompak menguat pada perdagangan Rabu (1/4), seiring meningkatnya optimisme pasar bahwa konflik antara AS dan Iran akan segera mereda. Pada saat yang sama, harga minyak dunia melemah, mencerminkan ekspektasi berkurangnya risiko geopolitik. Indeks Dow Jones naik 0,48%, S&P 500 menguat 0,72% dan Nasdaq Composite melonjak 1,16%. Penguatan pasar saham disebabkan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan Presiden Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata. Namun, Trump menegaskan, AS hanya akan mempertimbangkan hal tersebut jika jalur strategis Selat Hormuz benar-benar terbuka dan aman. Sebelumnya, Trump juga mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia memperkirakan pasukan militer AS dapat ditarik dari Iran dalam waktu ‘dua hingga tiga minggu’. Komentar tersebut langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah WTI turun 1,24% (US$ 100,12/bbl), dan Brent melemah 2,7% (US$ 101,16/bbl). Sentimen positif disebabkan laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri konflik, dengan sejumlah syarat seperti pengakuan hak Iran, pembayaran kompensasi, serta jaminan internasional terhadap agresi di masa depan. Selain itu, pasar kini menantikan pidato resmi Trump yang dijadwalkan pada Rabu malam waktu AS, yang diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait arah konflik dan kebijakan pemerintah ke depan.
Di sisi lain, Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Rabu (1/4), didorong optimisme meredanya konflik Iran. Sementara itu, dolar AS melemah seiring meredanya permintaan aset safe haven. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak hingga 8,4%, dan Nikkei 225 melesat 5,2%. Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan tanpa harus menunggu kesepakatan formal. Penguatan signifikan terjadi di Korea Selatan, didorong data ekonomi yang melampaui ekspektasi. Saham Samsung Electronics melonjak 13,4%, dan SK Hynix naik 10,7%. Ekspor Korea Selatan tercatat tumbuh 48,3% YoY pada Mar-26, jauh di atas perkiraan pasar. Selain itu, aktivitas manufaktur juga mencatat ekspansi tercepat dalam lebih dari empat tahun, didorong permintaan semikonduktor dan peluncuran produk baru. Di Jepang, survei menunjukkan sentimen bisnis manufaktur membaik pada 1Q26, menandakan ketidakpastian global belum berdampak signifikan terhadap dunia usaha.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (02/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7025-7130 dan Resist IHSG: 7200-7300.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu; EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR, dan WIFI.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
EMTK Spec Buy dengan area beli di 745-760, cutloss di bawah 725. Target dekat di 785-820.
EMAS Spec Buy dengan area beli di 8350-8475, cutloss di bawah 8300. Target dekat di 8675-8950.
ESSA Spec Buy dengan area beli di 660-670, cutloss di bawah 650. Target dekat di 685-710.
MBMA Spec Buy dengan area beli di 690-730, cutloss di bawah 670. Target dekat di 750-810.
ADMR Spec Buy dengan area beli di 1950-1980, cutloss di bawah 1940. Target dekat di 2050-2120.
WIFI Buy if Break 2260, dengan target dekat di 2300-2380. Cutloss di bawah 2210.
Disclaimer on

