Japfa Food Indonesia Mentransformasi Perencanaan Rantai Pasokan dengan RELEX

foto: istimewa

Pasardana.id – Pada hari Kamis (09/4), RELEX Solutions mengumumkan bahwa Japfa Food Indonesia, yaitu anak perusahaan Japfa Group, meningkatkan perencanaan rantai pasokannya bersama platform perencanaan terpadu milik RELEX untuk peritel dan produsen.

Japfa Group adalah perusahaan agri-pangan industri yang terkemuka di Asia.

Japfa Food Indonesia telah menggunakan RELEX di sembilan pabrik pengolahan primer dan akan meneruskan solusi ini di enam pabrik lain pada bulan Juni 2026.

Dengan eksistensi yang kuat di industri peternakan dan protein Indonesia, Japfa Food Indonesia telah mengelola lebih dari 2.000 SKU di 15 pabrik pengolahan utama dan 23 pusat distribusi, yaitu melayani salah satu pasar konsumen dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Seiring peningkatan permintaan protein, Japfa Food Indonesia melihat kebutuhan untuk mengganti proses perencanaan berbasis spreadsheet menjadi cara yang lebih terintegrasi dan terukur.

Dengan RELEX, Japfa Food Indonesia menerapkan perencanaan permintaan, perencanaan induk, perencanaan distribusi, dan perencanaan persediaan di satu platform terpadu.

Solusi ini mendukung perkiraan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih akurat dengan menggunakan machine learning, menyelaraskan perencanaan produksi dan pemotongan dengan permintaan riil, dan meningkatkan visibilitas di seluruh pabrik maupun pusat distribusi.

Pada tahap pertama, RELEX mendukung perencanaan di seluruh pengoperasian unggas hidup Japfa Food Indonesia, termasuk mengoptimalkan rencana pemotongan agar pasokan lebih sesuai dengan permintaan pelanggan dan mengurangi surplus.

Dengan menyelaraskan permintaan, produksi, distribusi, dan perencanaan inventaris, Japfa Food Indonesia ingin meningkatkan layanan pengiriman, mengurangi erosi margin, dan membatasi intervensi manual dalam proses perencanaan harian.

Mulai paruh kedua tahun 2026, Japfa Food Indonesia akan memperluas implementasinya ke divisi pengolahan lebih lanjut, yang mencakup 7 pabrik dan 58 pusat distribusi.

Lingkup operasional akan memperlihatkan implementasi terkini, memperluas kemampuan perencanaan permintaan, perencanaan induk, perencanaan distribusi, dan perencanaan inventaris di jaringan lebih luas.

"Pengalaman RELEX dalam hal perencanaan rantai pasokan unggas sangat mengesankan bagi kami," kata Nathan J. Ramadhan, Wakil Kepala (AVP) Supply Chain Downstream di Japfa Food Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (09/4).

"Tim mereka sangat memahami industri protein dan kerumitan dalam menyeimbangkan hasil produksi, tingkat layanan, dan margin keuntungan," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Stefano Scandelli, General Manager, Manufacturing dan Senior Vice President, Sales di RELEX menyampaikan, "Japfa Food Indonesia beroperasi di salah satu lingkungan rantai pasokan yang paling kompleks dalam produksi pangan."

"Dengan menghubungkan sinyal permintaan dan perencanaan produksi maupun perencanaan distribusi di satu platform, perusahaan memiliki kendali dan daya tanggap yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan di Indonesia," tandasnya.