ANALIS MARKET (01/4/2026): IHSG Berpotensi Menguat

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (31/3), ditutup turun 0.61%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.17 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BRMS, BUMI, BBNI, dan MBMA.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik signifikan pada perdagangan Selasa (31/3), didorong optimisme pasar bahwa konflik antara AS dan Iran berpotensi segera berakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 2,49%, S&P 500 meningkat 2,91%, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83%. Kenaikan dipicu laporan yang menyebutkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional. Sentimen positif juga datang dari laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan Presiden AS Donald Trump bersedia menghentikan aksi militer di Timur Tengah, meskipun Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka. Media The New York Post juga melaporkan bahwa Trump meyakini konflik akan segera berakhir dengan keterlibatan negara lain untuk membuka kembali jalur vital tersebut. Di sisi emiten, saham Nvidia naik 5,6%, dan Microsoft menguat 3,1%. Di pasar energi, harga minyak Brent tetap tinggi setelah laporan menyebut Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Pemerintah Dubai memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh awak kapal selamat. Harga minyak Brent naik 4,94% ke US$118,35 per barel. Sedangkan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,46% ke US$ 101,38 per barel.

Di sisi lain, pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan Selasa (31/3), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah yang belum mereda. Di sisi lain, presiden AS, Donald Trump, kembali meningkatkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa AS akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur minyak, hingga Pulau Kharg jika Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak ada kesepakatan damai. Pernyataan tersebut muncul ketika konflik Iran telah memasuki pekan kelima. Bahkan, pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat untuk menguasai Pulau Kharg, yang menjadi jalur utama ekspor minyak Iran. Akibat konflik tersebut, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz--yang sebelumnya menjadi jalur sekitar 20% pengiriman minyak dunia--hampir terhenti sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,6%, dan Topix melemah 1,3%. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,3% dan Kosdaq menurun 4,9%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong naik 0,15%, ASX 200 Australia naik 0,25%, sedangkan Taiex Taiwan melemah 2,45%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (01/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi menguat hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6950-7000R  dan Resist IHSG: 7150-7300."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, BIPI, UNTR, ENRG, BWPT, dan HRTA. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

BUMI Spec Buy dengan area beli di 212-216, cutloss di bawah 210. Target dekat di 222-230.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 180-183, cutloss di bawah 174. Target dekat di 187-193.

UNTR Spec Buy dengan area beli di 30800-31100, cutloss di bawah 30225. Target dekat di 31475-32000.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 1525-1540, cutloss di bawah 1505. Target dekat di 1585-1620.

BWPT Spec Buy dengan area beli di 124-127, cutloss di bawah 124. Target dekat di 130-135.

HRTA Buy on Weakness dengan area beli di 2080-2180, cutloss di bawah 2050. Target dekat di 2250-2340.

Disclaimer on