Resmi Diluncurkan! Mode Syariah di IDX Mobile Buka Jalan Baru Investor Muslim Jelajahi Pasar Modal
Pasardana.id - Dalam rangka mendukung kebutuhan investor akan akses informasi yang transparan, tepercaya, serta selaras dengan prinsip syariah, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile.
Mode syariah pada IDX Mobile ini secara resmi diluncurkan pada Senin (09/3) di Main Hall BEI.
Acara pengenalan mode syariah IDX Mobile dibuka oleh Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.
Dalam sambutannya, Jeffrey menjelaskan, mode syariah ini merupakan inovasi digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi pasar modal syariah dalam satu aplikasi, yaitu IDX Mobile.
Mode syariah pada IDX Mobile menghadirkan sejumlah fitur utama, yaitu Sharia Equity Market, Sukuk Market, Sharia Virtual Trading, Sharia Education Portal, serta Fatwa & Regulation.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk mendampingi perjalanan investor sejak tahap edukasi hingga pengambilan keputusan investasi syariah.
Pengguna dapat mengakses informasi saham dan sukuk syariah, berlatih transaksi secara virtual, mempelajari regulasi dan fatwa terkait, serta memperoleh berbagai referensi edukatif dalam satu aplikasi.
Acara pengenalan mode syariah IDX Mobile dilanjutkan dengan talk show bertema “Empowering Sharia Investment Journey with IDX Mobile Sharia.”
Talk show ini menghadirkan narasumber edukator finansial, Khairani Pane serta Pengurus Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ustaz Azharuddin Lathif.
Talk show tersebut membahas pentingnya akses informasi yang kredibel dan sesuai dengan prinsip syariah untuk mendukung perjalanan investasi masyarakat di pasar modal.
“Dengan jumlah pengguna IDX Mobile yang telah melampaui 510.000, BEI berharap kehadiran mode syariah ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat literasi serta kepercayaan terhadap investasi syariah, sekaligus mendorong partisipasi investor di pasar modal Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya BEI untuk terus memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia serta meningkatkan daya saing secara berkelanjutan,” terang Jeffrey Hendrik.

