Pemerintah Masih Pertimbangkan Kelanjutan Insentif Mobil Listrik

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah masih mempertimbangkan kelanjutan insentif mobil Listrik.

Hal tersebut diungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Buka Puasa Bersama, dikutip Senin (09/3).

Menkeu mengatakan, bahwa dirinya masih menghitung soal efek kebijakan tersebut ke defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saya hitung lagi, kalau bagus kita kasih," katanya.

Purbaya menjelaskan, kalau Pemerintah masih hati-hati dalam menerapkan kebijakan insentif mobil listrik.

Lebih lagi saat ini tengah terjadi gejolak perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah yang berdampak pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Bisa saja, tapi defisitnya melebar. Jadi kita hitung, kita hitung berapa dampak ke defisitnya. Kita mesti hati-hati karena sekarang banyak tekanan dari BBM juga ada, dari ekspor juga mungkin terganggu," bebernya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pemerintah bakal melanjutkan insentif mobil listrik apabila tidak berdampak signifikan ke APBN.

"Kita akan hitung, seberapa besar dampaknya ke defisit kita. Kalau enggak terlalu besar, kita kerjakan," tegasnya,