Purbaya Klaim APBN Masih Terkendali Meski Harga Minyak Dunia Merangkak Tinggi
Pasardana.id – Gejolak geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia merangkak naik menyentuh angka 80 dollar AS per barrel.
Sementara itu, pada Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN) tahun 2026, harga rata-rata minyak mentah global berada di level 70 dollar per barrel.
Terhadap kondisi tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN tetap kokoh menghadapi gejolak harga tersebut.
Meski begitu, kata Purbaya, pemerintah tetap menyiapkan simulasi untuk menjaga stabilitas fiscal nasional dari tekanan eksternal ini.
“Channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah naik mendekati USD 80 per barel ya. Saya sudah hitung sampai USD 92 (per barel) pun kita masih bisa kendali dengan anggarannya. Jadi tidak ada masalah," ujarnya.
Ia pun menjelaskan, bahwa pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian anggaran secara fleksibel sehingga tidak ada alasan untuk merasa khawatir secara berlebihan dalam waktu dekat.
Menurut Menkeu, jika konflik memburuk dan berdampak pada lonjakan harga impor energi, tekanan memang bisa muncul pada defisit anggaran.
Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi, terutama dengan memperkuat penerimaan negara.
“Kalau impor makin parah kan, harganya mahal, mungkin akan menekan defisit. Kita pastikan saja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita dan cukai enggak ada yang bocor. Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit,” ujarnya.
Kemudian, soal ketahanan stok energi dalam negeri, Purbaya menyebutkan, bahwa situasi akan tetap terkendali selama distribusi berjalan normal meskipun ada fluktuasi harga.
Fokus utama kementerian keuangan saat ini adalah memastikan roda ekonomi tetap bergerak maju melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati.
“Saya bisa hitung dengan asumsi tadi, kita masih bisa kendalikan defisit kita. Kita masih bisa atur, enggak masalah,” tukas Purbaya.

