Laba Dharma Satya Nusantara Tbk Melejit 60%, Harga CPO Jadi ‘Mesin Uang’— Pendapatan Tembus Rp12,3 Triliun!
Pasardana.id - Emiten perkebunan dan produk kayu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (IDX: DSNG) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang solid di tengah dinamika industri global.
Melansir siaran pers Perseroan, Selasa (31/3) disebutkan, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, meningkat 60,2% secara tahunan, didukung oleh kenaikan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya pada komoditas kelapa sawit.
Pendapatan perseroan tercatat Rp12,3 triliun, naik 21,7% YoY, dengan segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama sebesar 88% dari total pendapatan.
Penjualan CPO mencapai Rp10,8 triliun, tumbuh 23,5% YoY, sejalan dengan kenaikan harga rata-rata CPO sebesar 13,2% YoY menjadi Rp14.474/kg.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan global turut menjaga stabilitas harga CPO sepanjang tahun.
"Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri," kata Andrianto.
Selanjutnya diungkapkan, dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 3,8% YoY menjadi 2,19 juta ton, sementara produksi CPO naik 4,9% menjadi 631 ribu ton dan palm kernel (PK) naik 4,5% menjadi 119 ribu ton.
Perseroan juga menjaga kualitas dengan tingkat Free Fatty Acid (FFA) CPO pada kisaran 3%.
Segmen produk kayu mencatat penjualan Rp1,2 triliun, tumbuh 7,8% YoY, didorong oleh peningkatan volume penjualan panel kayu dan engineered flooring serta kenaikan harga jual rata-rata.
Sementara itu, segmen energi terbarukan mencatat pendapatan Rp226 miliar, naik dari Rp182,8 miliar tahun sebelumnya, dengan kontribusi dari ekspor cangkang kelapa sawit dan wood pellet.
Beroperasinya penuh pabrik pelet kayu di Boyolali menjadi salah satu pendorong pertumbuhan segmen energi terbarukan, yang diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah karbon.
Hingga akhir 2025, total aset DSNG tercatat Rp17,6 triliun, naik 1,2% YoY, dengan liabilitas turun menjadi Rp6 triliun seiring berkurangnya utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp11,6 triliun.
Sebagai pengakuan atas fundamental yang kuat, DSNG berhasil masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 serta Forbes Asia's Best Under a Billion pada 2025.
Ke depan, perseroan berkomitmen menjaga pertumbuhan sehat dan berkelanjutan melalui pengelolaan operasional disiplin, peningkatan produktivitas, serta penguatan diversifikasi bisnis untuk menghadapi dinamika industri.
Dengan portofolio usaha yang mencakup perkebunan kelapa sawit seluas 111,6 ribu hektar, kapasitas pabrik kelapa sawit 675 ton per jam, dua pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah, serta ekspor biomassa ke Jepang, DSNG menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten agribisnis dan energi terbarukan yang terus memperkuat kinerja di kawasan Asia Pasifik.

