ANALIS MARKET (27/3/2026): IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (26/3) ditutup turun 1.89%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.93 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO dan ANTM.

Sementara itu, Wall Street ditutup melemah pada Kamis (26/3), dipimpin oleh indeks Nasdaq yang turun lebih dari 2% dan terkoreksi. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait ketegangan antara AS, Israel, dan Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,01%, S&P 500 merosot 1,74%, dan Nasdaq Composite melemah 2,38%. Sentimen pasar tertekan oleh kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran terganggunya pasokan dari kawasan Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz. Harga minyak mentah AS naik 4,6%, sementara Brent melonjak 5,7%. Saham Meta Platforms anjlok hampir 8% dan Alphabet turun lebih dari 3% setelah putusan juri dalam gugatan yang menuduh perusahaan media sosial merugikan anak-anak. Di sektor teknologi, saham semikonduktor juga tertekan. Saham Nvidia, yang dikenal sebagai pemimpin chip kecerdasan buatan, turun lebih dari 4%. Sedangkan, saham perusahaan tambang emas yang tercatat di AS justru turun lebih dari 4% seiring penurunan harga emas lebih dari 2%.

Di sisi lain, Pasar saham Asia-Pasifik kompak turun pada perdagangan Kamis (26/3). Pergerakan tersebut seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa meskipun Iran tengah meninjau proposal dari AS untuk mengakhiri perang, hal itu tidak berarti adanya pembicaraan langsung antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terjadi hanya melalui perantara. “Pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS,” ujarnya, Kamis (26/3). Sebelumnya, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa negara tersebut akan menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan telah menyiapkan syaratnya sendiri untuk mengakhiri konflik. Di pasar saham, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,27%, Kospi Korea Selatan menurun 3,22%, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,10% dan Hang Seng Hong Kong turun 1,89%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (27/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi sideways cenderung melemah hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7075-7130 dan Resist IHSG: 7200-7250.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: SCMA, EMAS, BBRI, UNTR, INDY, dan AADI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

SCMA Spec Buy dengan area beli di 266-270, cutloss di bawah 264. Target dekat di 274-284.

EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8400, cutloss di bawah 8200. Target dekat di 8700-8900.

BBRI Spec Buy dengan area beli di 3460-3490, cutloss di bawah 3440. Target dekat di 3550-3610.

UNTR Spec Buy dengan area beli di 30400-30800, cutloss di bawah 30000. Target dekat di 31100-31500.

INDY Spec Buy dengan area beli di 3110-3170, cutloss di bawah 3100. Target dekat di 3230-3300.

AADI Buy if Break 11025, dengan target dekat di 11175-11275. Cutloss di bawah 10825.       

Disclaimer on