Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk Umumkan Kesiapan Dana Rp148 Miliar untuk Lunasi Obligasi & Sukuk
Pasardana.id - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (IDX: ISSP) menyampaikan Kesiapan Dana untuk Pembayaran Obligasi Berkelajutan II SPINDO Tahap III 2025 Seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II SPINDO Tahap III Tahun 2025 Seri B atas rencana pembayaran pokok Obligasi senilai Rp71.465.000.000,- (Tujuh puluh satu miliar empat ratus enam puluh lima juta Rupiah) dan Sukuk sebesar Rp76.685.000.000,- (Tujuh puluh enam miliar enam ratus delapan puluh lima juta Rupiah).
“Sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam prospektus, sumber dana utama pembayaran pokok Obligasi dan Sukuk Seri B jatuh tempo di 30 April 2026 dengan jumlah total Rp 148.150.000.000 (Seratus empat puluh delapan miliar seratus lima puluh juta Rupiah) (“Prinsipal”) akan berasal dari kas internal Perseroan,” tulis Johanes W Edward selaku Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relation PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (25/3).
Selanjutnya dijelaskan mengenai kinerja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk selama tahun fiskal 2025 dan kondisi makro yang mempengaruhi.
Secara umum, Perseroan mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih tertinggi dalam sejarah Perseroan sebesar Rp534,2 miliar, tumbuh 0,78% YoY.
Margin laba kotor dan margin laba bersih masing-masing meningkat menjadi 19,1% dan 9,0%, mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan pengendalian biaya di tengah tekanan harga baja global.
Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp5,9 triliun, turun sekitar 3% YoY, seiring dengan pelemahan harga acuan Hot Rolled Coil (HRC) global.
Sepanjang 2025, harga HRC rata-rata mengalami penurunan sekitar 13%.
Meski demikian, kinerja Perseroan relatif tidak terdampak signifikan oleh fluktuasi harga tersebut, menunjukkan ketahanan model bisnis dan kemampuan penyesuaian strategi penjualan.
Perseroan mempertahankan struktur keuangan yang sehat dengan Rasio Likuiditas sebesar 309% dan Debt-to-Equity Ratio sebesar 0.55x.
Strategi pengalihan liabilitas jangka pendek ke jangka panjang turut memperkuat stabilitas keuangan.
Dari sisi arus kas, kas dari aktivitas operasional meningkat menjadi Rp1.2 triliun, dengan posisi kas akhir tahun sebesar Rp956 miliar, mencerminkan pengelolaan kas yang kuat dan efisiensi operasional yang terjaga.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Gudang Plant 7 di Gresik telah beroperasi sebagai North Distribution Centre sejak Agustus 2024.
Fasilitas produksi telah selesai dibangun dan saat ini menunggu kedatangan mesin 8 inci, yang akan memungkinkan Perseroan memproduksi varian produk bernilai tambah dan margin lebih tinggi.
Sejalan dengan penerbitan Obligasi Terkait Keberlanjutan, Perseroan juga memperkuat komitmen ESG melalui pemasangan panel surya di Plant 1, 2, 3, 5, dan 6.
Pencapaian ini diraih di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang penuh tantangan sepanjang 2025.
Ke depan, Perseroan dapat terus meningkatkan kinerja operasional serta memperkuat kredibilitas pada aspek keuangan, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

