Jasa Raharja Siap Jamin Santunan Bagi Peserta Mudik Gratis BUMN

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Jasa Raharja siap memberikan perlindungan asuransi bagi seluruh peserta program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara 2026.

Santunan yang akan diberikan ini mencapai Rp20 juta untuk korban luka-luka dan santunan untuk korban meninggal sebesar Rp50 juta.

Muhammad Awaluddin selaku Direktur Utama PT Jasa Raharja mengjelaskan, bahwa perlindungan tersebut menjadi bagian dari jaminan dasar bagi seluruh peserta.

“Untuk luka-luka, baik ringan, sedang, maupun berat, santunannya Rp 20 juta. Sementara jika terjadi fatalitas meninggal dunia, santunannya Rp 50 juta, dan dalam waktu 2x24 jam sudah disalurkan kepada ahli waris,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3).

Santunan ini didapat bagi seluruh peserta mudik gratis yang secara otomatis sudah terintegrasi oleh sistem dalam tiket perjalanan.

“Semua peserta dijamin asuransi. Di dalam tiket itu ada komponen iuran wajib yang menjadi premi asuransi yang dijamin negara melalui Jasa Raharja,” kata Awaluddin.

Sementara itu, tren kecelakaan lalu lintas selama periode mudik menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data 2025 mencatat jumlah kecelakaan turun sekitar 13 persen dibandingkan 2024.

Penurunan juga terjadi pada angka korban meninggal dunia.

Angka fatalitas turun sekitar 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Yang paling kita jaga adalah angka fatalitas. Pada 2025, angka korban meninggal dunia turun cukup signifikan hingga 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Data awal mudik 2026 juga menunjukkan tren positif.

Data berasal dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Korlantas Polri.

Periode 13–14 Maret 2026 mencatat penurunan korban meninggal dunia sekitar 45 persen.

“Dalam dua hari pertama, 13–14 Maret 2026, korban fatalitas tercatat turun sekitar 45 persen. Memang ini masih data awal, tetapi kita berharap tren ini bisa terus terjaga hingga akhir periode mudik,” ujarnya.

Program mudik gratis BUMN dinilai membantu menekan risiko kecelakaan.

Program ini mendorong pemudik beralih dari sepeda motor ke moda transportasi yang lebih aman.

“Program ini bertujuan mengalihkan risiko, terutama bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor bersama keluarga. Dengan beralih ke bus, kereta api, atau kapal laut, risiko kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.

Adapun untuk penanganan cepat terhadap korban kecelakaan juga menjadi perhatian utama.

Lebih lanjut Awaluddin menekankan pentingnya periode emas atau golden period setelah kejadian.

“Kalau kita bisa mengamankan golden period, peluang korban untuk selamat akan jauh lebih besar. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” katanya.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan 2.817 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan mempercepat penanganan korban kecelakaan.

Sistem terkoordinasi membuat rumah sakit dapat langsung memberikan penanganan tanpa menunggu kepastian pembiayaan.

“Kami sudah bekerja sama dengan 2.817 rumah sakit. Dengan sistem yang terkoordinasi, penanganan korban bisa lebih cepat tanpa harus menunggu kejelasan penjamin biaya. Kalau tidak terkoordinasi, biasanya rumah sakit akan bertanya dulu soal penjamin biaya. Dengan sistem ini, penanganan bisa langsung dilakukan,” tukasnya.