ANALIS MARKET (17/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (16/03), IHSG ditutup melemah -114,92 poin (-1,61%) ke level 7.022,29.
IHSG mengalami pelemahan yang dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.
Di dalam negeri, pasar khawatir defisit APBN akan membengkak melewati batas legal akibat tingginya harga minyak dunia (di atas US$100/barel) yang terus tertekan oleh konflik di Iran.
Kondisi ini diperparah oleh penurunan likuiditas pasar menjelang libur panjang Lebaran, di mana nilai transaksi harian merosot tajam menjadi Rp15,2 T dibandingkan ratarata tahunan sebesar Rp25,5 T.
Meski demikian, sentimen negatif sedikit teredam oleh langkah Amerika Serikat yang membentuk koalisi pengamanan di Selat Hormuz, sebuah upaya yang mulai menstabilkan harga minyak global dan memberi sedikit ruang napas bagi para pelaku pasar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,83%), S&P 500 (+1,01%), & Nasdaq (+1,22%).
Penguatan tersebut seiring berkurangnya kekhawatiran investor terhadap guncangan energi jangka panjang.
Pemulihan ini didorong oleh laporan keberhasilan sejumlah kapal tanker melewati Selat Hormuz, yang memberikan sinyal kelancaran ekspor energi dan meredam ketakutan akan kelangkaan pasokan global.
Di saat yang sama, melandainya harga minyak, investor mulai kembali masuk ke sektor sensitif kredit seperti perbankan dan teknologi, khususnya pada industri semikonduktor yang menguat berkat optimisme implementasi AI.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (17/3).

