Efisiensi, Panca Mitra Multiperdana Tbk Jual Aset Anak Perusahaan senilai Rp135 Miliar
Pasardana.id - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (IDX: PMMP) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material sehubungan dengan penjualan asset anak Perusahaan kepada pembeli lain yang tidak terafiliasi dengan Perseroan.
Melansir keterbukaan informasi BEI, Sabtu (14/3) disebutkan, penjualan asset berupa tanah seluas 66.835 meter2 (Enam Puluh Enam Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Lima Meter Persegi) termasuk bangunan, mesin dan sarana produksi yang terletak di Jalan Wonokoyo RT 002 RW 003 Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur merupakan suatu transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Nilai transaksi adalah sebesar Rp135.000.000.000 ( Seratus Tiga Puluh Lima Milyar Rupiah ) atau ekuivalen USD7,943,512.80 (Tujuh Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Dua Belas Dollar AS Delapan Puluh Sen ) dengan kurs 16.995, yang mana nilai transaksi ini lebih dari 10% atau sebesar 15,42% dari ekuitas negatif Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Arsono, Retno, Palilingan & rekan dengan nomor laporan 00042/2.1133/AU.1/04/1152-1/1/I/2026 tanggal 29 Januari 2026, yakni sebesar - USD 51,504,058 (Lima Puluh Satu Juta lima Ratus Empat Ribu Lima Puluh Delapan Dollar AS) sehingga transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (3) POJK 17/2020.
“Transaksi material ini tidak memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari RUPS sebagaimana ketentuan pada pasal 6 ayat (1) huruf d angka 2 POJK 17/2020,” tulis Hirawan Tedjokoesoemo selaku Corporate Secretary PT Panca Mitra Multiperdana Tbk.
Dijelaskan, strategi Perseroan saat ini untuk menjalankan operasional dengan cara yang paling efisien.
Ada beberapa langkah yang telah diambil Perseroan seperti rasionalisasi karyawan, penon-aktifan beberapa Plant (fasilitas pabrik untuk produksi) yang tidak terpakai, fokus produksi pada plant yang memiliki kapasitas paling besar dan bisa memproduksi semua item produk serta restrukturisasi hutang untuk menurunkan biaya bunga serta kelonggaran waktu pembayaran.
Lebih lanjut disampaikan, turunnya permintaan dari pasar AS pada sejak awal 2024, membuat Perseroan harus menyesuaikan kapasitas produksi dengan melakukan efisiensi.
Adapun Perseroan memiliki fasilitas produksi (plant) total sebanyak 2 lokasi di Tarakan, Kalimantan Utara dan 7 plant di Situbondo, Jawa Timur.
Dari 7 plant Perseroan yang terletak di Situbondo, 4 plant dimiliki oleh Perusahaan anak.
Selanjutnya disebutkan, transaksi Perseroan ini akan berdampak pada penurunan biaya bunga serta biaya operasional yang lebih efisien.
“Manajemen berpendapat bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan Perseroan karena untuk memenuhi pesanan pembelian dari pelanggaan saat ini, barang produksi bisa dikerjakan dari plant lain yang masih aktif,” tandasnya.

