Strategi Diversifikasi Berbuah Manis! DRMA Cetak Penjualan Rp5,9 Triliun di Tahun Penuh Tantangan
Pasardana.id - PT Dharma Polimetal Tbk (IDX: DRMA) kembali membukukan kinerja yang solid di tahun 2025.
Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Tanah Air ini sukses meraih penjualan sebesar Rp5,9 triliun di tahun 2025, dimana industri otomotif domestik sedang penuh tantangan.
“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Melalui strategi tersebut, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8% di tahun 2025, jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan.
Dalam pencapaian ini, segmen roda dua (2W) kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62% dari total penjualan DRMA sepanjang 2025.
Sementara segmen roda empat (4W) yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.
Kinerja penjualan yang solid tersebut membuat DRMA mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau Rp613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill.
“Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.
Sementara itu, melangkah lebih jauh dengan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025.
Akuisisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat ini tentu saja akan semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA.
Di luar bisnis inti otomotif, Perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.
Termasuk di antaranya adalah pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.
Tidak mau hanya tertambat pada pasar domesik, Perseroan juga terus mengincar pasar luar negeri yang potensinya hampir tak terbatas.
Perseroan terus memperluas pasar ekspor, antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi komponen wiring harness dan komponen otomotif lainnya untuk memenuhi permintaan pasar global.
Dengan melihat kinerja tahun 2025 yang meyakinkan tersebut, pada tahun 2026 ini Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 10%.
Untuk meraih target tersebut, Perseroan telah menyiapkan berbagai langkah yang mendukung, antara lain adalah peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.
“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” tutup Irianto.

