Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (11/3/2026), dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones turun 289,24 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 47.417,27. Indeks S&P 500 melemah 5,68 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 6.775,8. Indeks komposit Nasdaq naik 19,03 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 22.716,14.

Ketiga angka indeks berada dalam tekanan dipicu kekhawatiran pasokan minyak. Iran terus menyerang kapal tanker yang melewati Selat Hormuz, namun OPEC memastikan bahwa Arab Saudi telah meningkatkan produksi dan International Energy Agency (IEA) sepakat untuk melepas 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.

Indeks harga konsumen Depatemen Tenaga Kerja AS mengindikasikan inflasi masih moderat bulan lalu, sesuai dengan ekspektasi para analis. Pertumbuhan inflasi tahunan saat ini berada sekitar 0,5 persen dari target inflasi 2 persen Federal Reserve.

Kekhawatiran inflasi masih membayangi para investor setelah Iran menyatakan siap untuk meneruskan blokade di Selat Hormuz sampai harga minyak dunia mencapai US$200 per barel.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks sektor kebutuhan primer konsumen mengalami penurunan tertajam. Indeks sektor energi sebaliknya melonjak 2,5 persen.

Indeks sektor teknologi terdongkrak melambungnya saham Oracle sebesar 9,2 persen dipicu ekspektasi meningkatnya pendapatan terkait kecerdasan buatan sampai tahun depan.

JPMorgan Chaes menurunkan peringkat saham beberapa perusahaan investasi seiring terjadinya pengetatan pemberian pinjaman. Saham Ares Management dan Apollo Global masing-masing turun 4,8 persen dan 1,9 persen.

Saham perusahaan makanan Campbell’s usai memangkas perkiraan perolehan laba tahunan akibat tekanan tarif.

Saham perusahaan pertahanan AeroVironment anjlok 6,3 persen usai melakukan penyesuaian perkiraan perolehan laba.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2026 turun 1,3 persen menjadi US$5.174,4 per ons. Indeks dolar AS naik 0,43 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,6 persen, dipicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 58,47 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 10.353,77. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 328,6 poin, atau sekitar 1,37 persen, menjadi 23.640,03.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 93,1 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 17.351,9. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 15,55 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 8.041,81.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,343 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1584 euro per pound.