Wamen Ekraf: Konten Anak Harus Aman, Terkurasi, dan Libatkan Ahli

Foto: Istimewa

Pasardana.id - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menerima audiensi PT IOTA Kreatif Media di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2).

Pertemuan itu membahas pengembangan platform digital anak berbasis budaya lokal, penguatan intellectual property (IP), serta tata kelola keamanan konten anak dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif digital yang berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, Wamen Ekraf menegaskan pentingnya arah pengembangan IP lokal yang jelas dan terukur sejak awal.

Menurutnya, keberlanjutan IP tidak hanya ditentukan pada kreativitas, tetapi juga kesiapan model bisnis.

“Aspek monetisasi perlu dipikirkan sejak awal agar pengembangannya dapat berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan. Penguatan IP lokal dapat dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui kolaborasi dengan IP yang telah dikenal, sembari membangun wadah yang kuat bagi lahirnya IP-IP baru,” ujar Irene Umar, seperti dilansir dari siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Dia menambahkan, pentingnya kualitas pengembangan dan tata kelola konten dalam platform digital anak.

Konten anak harus aman, terkurasi, dan melibatkan ahli.

“Pengembangan harus dilakukan secara matang dan efisien, tidak semata-mata mengejar ketertarikan awal. Konten untuk anak harus aman, terkurasi, dan melibatkan tenaga ahli, termasuk ahli budaya, agar pesan yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Audiensi ini juga membahas pengembangan platform Nusa Tara dan IOTA Kids sebagai sarana edukasi dan edutainment bagi anak usia PAUD hingga sekolah dasar.

Platform itu dirancang untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah dan implementasi Kurikulum Merdeka.

Chief Operating Officer PT IOTA Kreatif Media, Ratna Yoes menjelaskan, Nusa Tara dikembangkan sebagai platform pembelajaran interaktif yang memperkuat IP lokal anak melalui pendekatan cerita dan karakter yang dekat dengan keseharian anak.

“Melalui Nusa Tara, kami berharap dapat memperoleh dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam bentuk fasilitasi jejaring, eksposur, serta pelibatan dalam berbagai program dan event ekonomi kreatif, agar IP-IP lokal anak dapat tumbuh dan memiliki daya saing,” ujar Ratna.

Ia menambahkan, konten Nusa Tara dikemas melalui cerita rakyat yang dipadukan dengan karakter IP dan fitur interaktif.

Platform itu juga diarahkan untuk menghasilkan data yang terukur sebagai dasar penguatan bisnis IP dan masukan bagi pengembangan industri kreatif anak ke depan.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing menilai inisiatif tersebut perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan teknis yang terstruktur agar dapat diimplementasikan secara optimal.

“Perlu ada perencanaan teknis yang jelas, termasuk segmentasi pengguna dan tahapan pengembangan, agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Luat.

Menanggapi aspek keamanan konten, Chief Product Officer PT IOTA Kreatif Media, Gunawan Wibisono menegaskan, perusahaan telah menerapkan standar ketat dalam pengelolaan konten anak.

“Kami menerapkan standar konten yang aman sejak tahap produksi hingga tayang. Setiap konten melalui proses kurasi berlapis dan dilengkapi fitur kontrol orang tua agar akses anak tetap terjaga,” jelas Gunawan.

Audiensi tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital sebagai the new engine of growth, melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan IP lokal, serta pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk gim, aplikasi digital, konten interaktif, dan edutainment berbasis budaya yang aman, bernilai edukasi, dan berdaya saing.