ANALIS MARKET (05/2/226): IHSG Berpotensi Melemah Terbatas
Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (04/2), ditutup naik 0.3%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.42 Triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, ANTM, ASII, TLKM dan BBNI.
Sementara itu, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (4/2). Tekanan datang terutama dari saham-saham teknologi, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa rally saham kecerdasan buatan (AI) mulai mendekati titik jenuh. Indeks S&P 500 turun 0,51%, dan Nasdaq melemah 1,51%. Namun, Dow Jones Industrial Average naik 0,51%. Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok setelah proyeksi pendapatan kuartalan meleset dari ekspektasi pasar. AMD juga memberi sinyal tengah menghadapi persaingan berat dengan raksasa chip AI, Nvidia. Saham Nvidia ikut turun. Palantir turut tertekan, membalikkan kenaikan tajam sehari sebelumnya yang dipicu kinerja penjualan kuartalan yang kuat. Alphabet juga melemah menjelang rilis laporan keuangan, di tengah perhatian investor terhadap seberapa besar investasi masif Google di AI berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan. Snowflake dan Datadog melemah di tengah kekhawatiran bahwa perkembangan AI yang sangat cepat dapat mengganggu pemain lama. Di luar tekanan sektor teknologi, saham Super Micro Computer melonjak setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan, didorong permintaan kuat server yang dioptimalkan untuk AI. Dari sisi data ekonomi, rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah AS untuk Januari ditunda akibat penutupan sebagian pemerintah selama empat hari yang baru berakhir Selasa.
Di sisi lain, Bursa Asia-Pasifik naik pada perdagangan Rabu (4/2), berbeda dengan penurunan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS membebani sentimen pasar. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,78%, sedangkan Topix naik 0,27%. Hang Seng Hong Kong menguat 0,08%, Taiex Taiwan naik 0,29%, dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,80%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 1,57% dan Kosdaq naik 0,45%. Di sisi lain, saham Nintendo turun lebih dari 9%, meskipun mempertahankan perkiraan penjualan setahun penuh untuk konsol Switch 2, karena investor menilai beberapa potensi hambatan bagi raksasa game tersebut, termasuk apakah perusahaan akan terdampak oleh kenaikan harga memori yang belum pernah terjadi sebelumnya - komponen kunci dalam konsolnya. Selain itu, Straits Times menguat 0,43% dan FTSE Malaysia melemah 0,31%.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (05/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi untuk melemah terbatas hari ini, menunggu rilis data GDP Indonesia hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8030-8120 dan Resist IHSG: 8200-8230."
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BBRI, TLKM, JPFA, MAPA, BRMS, dan PGEO.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BBRI Spec Buy dengan area beli di 3830-3860, cutloss di bawah 3820. Target dekat di 3900-3930.
TLKM Spec Buy dengan area beli di 3250-3330, cutloss di bawah 3200. Target dekat di 3400-3450.
JPFA Spec Buy dengan area beli di 2560-2600, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2640-2670.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 690-700, cutloss di bawah 675. Target dekat di 720-740.
BRMS Buy if Break 1000, dengan target dekat di 1060-1110. Cutloss di bawah 960.
PGEO Spec Buy dengan area beli di 1110-1120, cutloss di bawah 1100. Target dekat di 1140-1170.
Disclaimer on

