Anak Buahnya Kena OTT KPK, Purbaya Sebut Shock Therapy Buat Perbaiki Kinerja

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Kegiatan OTT ini dilakukan di dua wilayah sekaligus, yakni Jakarta dan Banjarmasin.

Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bahwa hal tersebut (OTT) menjadi sebuah terapi kejut (shock therapy) buat anak buahnya untuk memperbaiki kinerja.

“Ini mungkin merupakan shock therapy bagi pegawai kami,” ucap Purbaya di DPR, pada Rabu (4/2).

Meski begitu, Purbaya menegaskan jika pihaknya, dalam hal ini Kementerian Keuangan tidak akan meninggalkan pegawainya begitu saja meski sedang tersandung kasus.

Ia memastikan pendampingan hukum tetap diberikan kepada aparatur yang terlibat, namun pendampingan tersebut tidak dalam bentuk intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Hanya saja, terkait pihak-pihak yang diamankan, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti detailnya.

Menurut dia, dampak dari OTT tersebut terhadap kinerja DJBC menjadi momen perbaikan kinerja.

Purbaya menyebut, jika keterlibatan pejabat struktural terbukti, maka tak segan pihaknya akan segera menonaktifkan yang bersangkutan, memindahkannya ke posisi nonaktif di pusat, hingga memberhentikan secara permanen sesuai tingkat pelanggaran.

"Nanti kita lihat kayaknya sih kalau terbukti salah bisa diberhentikan sekarang akan diberhentikan," tuturnya.