ANALIS MARKET (04/2/2206): IHSG Berpotensi untuk Bergerak Sideways

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (03/2), ditutup naik 2.52%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp760 Miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, ANTM, BBRI dan TLKM.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada Selasa (3/2), seiring aksi rotasi investor keluar dari saham teknologi menuju sektor-sektor yang dinilai lebih diuntungkan oleh perbaikan ekonomi. indeks S&P 500 turun 0,84%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,34%, dan Nasdaq Composite turun 1,43%. Di sisi lain, mayoritas saham kelompok ‘Magnificent Seven’ yang telah merilis laporan keuangan bergerak di zona merah. Saham Microsoft dan Meta Platforms masing-masing turun lebih dari 2%, sedangkan Apple melemah tipis. Nvidia juga tertekan, dengan penurunan hampir 3% yang memperpanjang koreksi saham unggulan sektor kecerdasan buatan (AI) tersebut. Selain itu, saham ServiceNow dan Salesforce masing-masing turun mendekati 7%. Sementara itu, saham Palantir sempat melonjak hampir 7% setelah perusahaan membukukan kinerja keuangan kuartal IV yang kuat. Saham Walmart melonjak sekitar 3% dan berhasil menembus kapitalisasi pasar US$ 1 triliun, didorong pertumbuhan bisnis digital serta keberhasilan menarik pelanggan baru. Saham PepsiCo juga menguat hampir 5% setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan yang solid, ditopang pertumbuhan penjualan organik di berbagai lini bisnisnya.

Di sisi lain, Bursa Asia kompak menghijau pada perdagangan Selasa (3/2). Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,92%, Hang Seng Hong Kong naik 0,22%, Taiex Taiwan menguat 1,81%, Kospi Korea Selatan meningkat 6,84%, dan ASX 200 Australia naik 0,89%. Sementara itu, Straits Times menguat 1,11%, dan FTSE Malaysia naik 0,32%. Bursa Asia rebound karena pasar mulai stabil setelah fluktuasi tajam pada komoditas emas dan perak yang memicu penguatan di seluruh aset. Selain itu, kenaikan permintaan membuat aktivitas pabrik di AS membaik, sehingga memberikan sinyal positif bagi perekomian dan keuntungan perusahaan. Di sisi lain, Bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi yang dinilai menguat dari perkiraan dan inflasi yang diperkirakan akan bertahan di atas target dalam beberapa waktu ke depan. Dalam keputusan kebijakan yang diumumkan Selasa (3/2), Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,85%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (04/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7900-8000 dan Resist IHSG: 8175-8300."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: MBMA, NCKL, CDIA, ARCI, BRMS, dan BUMI. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

MBMA Spec Buy dengan area beli di 625-650, cutloss di bawah 600. Target dekat di 670-700.

NCKL Spec Buy dengan area beli di 1250-1300, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1350-1400.

CDIA Buy if Break 1080, dengan target dekat di 1110-1185. Cutloss di bawah 1000.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1660-1690, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1735-1770.

BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 930-945, cutloss di bawah 915. Target dekat di 990-1070.

BUMI Buy if Break 268, dengan target dekat di 276-296. Cutloss di bawah 250.

Disclaimer on