Dukung Program Food Estate, Pemerintah Kebut Pembangunan Jalan Akses di Merauke
Pasardana.id – Pemerintah semakin gencar mempercepat pembangunan akses jalan untuk mendukung proyek food estate (lumbung pangan nasional) di Papua, khususnya di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pembangunan infrastruktur berupa akses jalan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan utama dengan target perluasan lahan mencapai lebih dari 2 juta hektar.
Anggota tim survei Jhonlin Group, Alex Bastomi dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/2) mengatakan, pembangunan jalan tetap berjalan, meskipun menghadapi tantangan kondisi alam berupa rawa berlumpur, curah hujan tinggi serta pasang surut air.
Ia menyebutkan, perintisan jalan telah mencapai 58,44 kilometer.
Sementara, jalan yang sudah diperkeras mencapai 11,53 kilometer.
Selain itu, pembukaan lahan telah dilakukan seluas 9.781 hektare.
Asal tahu saja, Distrik Wanam diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare.
Pengembangan kawasan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, jaringan irigasi serta akses transportasi guna menunjang distribusi logistik dan hasil pertanian.
Salah satu infrastruktur utama yang dibangun adalah jalan sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Wanam dengan pusat Kota Merauke.
Hingga akhir Januari 2026, progres fisik pembangunan jalan telah mencapai sekitar 58 kilometer dan sebagian ruas telah dapat dilalui kendaraan.
Lebih lanjut Alex mengungkapkan, jalan yang telah diperkeras sudah dapat digunakan untuk menunjang aktivitas proyek, khususnya pengangkutan material pembangunan.
Ditambahkan Alex, pihaknya akan terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tersebut.
"Itu sudah bisa (dilewati) karena sudah kita perkeras dengan batu. Kita usahakan secepatnya (untuk rampung)," ungkapnya.
Pembangunan jalan KSPP Wanam dilengkapi sistem drainase terintegrasi untuk menjaga kestabilan badan jalan sekaligus mendukung sistem irigasi lahan pertanian.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi serta mendukung pencapaian ketahanan dan swasembada pangan nasional.

