Perkuat Peran Mobilitas Listrik Nasional, VKTR Bukukan Pendapatan Rp1,08 Triliun di 2025, Naik 8,5% YoY
Pasardana.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (IDX: VKTR), bagian dari entitas bisnis PT Bakrie & Brothers Tbk (IDX: BNBR), menunjukkan ketahanan meskipun pasar otomotif nasional melambat, karena fokus pada kendaraan komersial yang didukung sektor logistik, infrastruktur, dan industri.
Diketahui, VKTR mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,08 triliun di 2025, atau naik 8,5% dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 1,00 triliun.
Kenaikan ini berasal dari pendapatan VKTR Holding, VKTS, dan BA Group.
“Pendapatan ini didorong implementasi bus listrik, kendaraan niaga listrik, serta kontribusi stabil dari bisnis komponen otomotif,” ungkap Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie di acara press conference usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ke depan, lanjut Anin, sapaan Anindya N. Bakrie, VKTR memiliki potensi pertumbuhan signifikan seiring percepatan elektrifikasi transportasi di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan bus listrik untuk transportasi publik serta truk listrik bagi sektor logistik, pertambangan, konstruksi, dan perkebunan.
Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan TKDN, penguatan manufaktur domestik, dan pembangunan rantai pasok kendaraan listrik yang terintegrasi.
“VKTR telah menjalin kerja sama dengan operator transportasi publik seperti TransJakarta, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta untuk implementasi kendaraan listrik di berbagai kota. Selain transportasi publik, kendaraan listrik komersial VKTR berpotensi menurunkan emisi pada sektor pertambangan, logistik, konstruksi, perkebunan, dan manufaktur sekaligus mengurangi konsumsi BBM serta biaya operasional,” bebernya.
Lebih lanjut disampaikan, VKTR juga memperluas pemanfaatannya ke segmen Waste-to-Energy (WtE), termasuk penyediaan kendaraan listrik untuk pengangkutan sampah perkotaan yang diolah menjadi energi listrik guna meningkatkan efisiensi operasional pemerintah daerah sekaligus menekan emisi karbon.
“VKTR juga berupaya melengkapi ekosistem EV nasional melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya, sistem operasional, komponen kendaraan listrik, serta potensi industri baterai, sejalan dengan agenda hilirisasi dan target Net Zero Emissions Indonesia 2060,” tandas Anin.

